FKUB dan GP Ansor Deklarasi #2019 Kita Tetap Bersaudara

  • Bagikan
FKUB dan GP Ansor Deklarasikan #2019 Kita Tetap Bersaudara

TERNATE – Forum Kerukunan Ummat Beragama (FKUB) dan Gerakan Pemuda (GP) Ansor Deklarasikan #2019 Kita Tetap Bersaudara, yang berlangsung di Floridas Resto, Selasa (4/9/2018).

“#2019 Kita Tetap Bersaudara ini mengimbangi issu #2019 Ganti Presiden yang akan dideklarasikan di Kota Ternate pada tanggal 16 September bulan ini,” ungkap Ketua FKUB Malut, Adnan Mahmud kepada KabarMalut usai deklarasi.

Menurutnya, FKUB dan GP Ansor  tidak memiliki kepentingan politis pada 2019, kepentingannya hanya kedamaian yang ada di bumi Maluku Utara. Apapun yang terjadi atau siapa pun presidennya, Malut harus damai.

“#2019 ganti presiden itu ada yang sengaja disembunyikan, kenapa tidak langsung 2019 Prabowo Presidenku atau #2019 ganti Jokowi.  Inikan sudah jelas dua pasangan calon presiden kita, seharusnya ini yang disosialisasi secara terang terangan kepada masyarakat,” jelasnya.

Munculkan issu yang multi tafsir #2019 ganti presiden, lanjut Adnan, berarti mengganti sistem, sehingga  masyarakat jangan disungguhi sesuatu yang membingunkan. Seharunya diberikan penjelasan, pencerahan secara tegas  bahwa 2019 ini presiden kita, tetapi kalau ganti presiden berarti ganti  system.

“Kita harus ingat sejarah bangsa di masa orde lama itu bukan ganti presiden tetapi turunkan Soekarno, bagitu juga tahun 1997-1998 gerakan mahasiswa turankan Soeharto bukan ganti presiden. Jadi issunya jelas, sehingga menjadi pro dan kontrak antara masyarakat,” terangnya.

Adnan mengimbau kepada masyarakat agar menjaga keamanan dan perdamaian di Malut yang sudah mulai kondusif, yang terbangun selama ini.  Deklarasi #2019 Kita Tetap Basudara ini artinya, hajatan politik pemilihan presiden apapun pilihan masing-masing, kita tetap bersaudara. Misalnya di lingkungan, keluarga pilihan politik itu berbeda,  tetapi kita kedepankan nilai persaudaraan.

“Nilai kemanusiaan kita kita bangun dan jaga bersama, jangan ada kepentingan dan perbedaan politik sehingga mencederai hubungan keluarga dan persaudaraan serta kemanusiaan kita,” tandas Adnan.

Ditambahkan Adnan, #2019 Ganti Presiden merupakan tindakan diluar dari konsitusional,  karena ganti presiden sesungguhnya gerakan terselubung yang ingin menghendak mengganti sitem kepresidenan, apakah dengan khlafa, kerajaan.

“Kalau #2019 Ganti Presiden merupakan tindakan Makar , karena ingin menganti pemerinthan yang sah di tengah jalan,” pungkasnya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut