Lutfi Minta Publik Dewasa Nilai Komisioner Bawaslu Haltim

  • Bagikan
Mantan Komisioner Panwaslu Haltim, Lutfi Robo

MABA – Menyikapi aksi  Garda Merah Putih mepersoalkan dua Komisioner Bawaslu Halmahera Timur (Haltim) yang juga berstatus guru ASN. Mantan Komisioner  Panwaslu Haltim, Lutfi Robo meminta publik dewasa dalam menilai Komisioner Bawaslu Haltim saat ini.

“Terkait aksi dan hering yang dilakukan organisasi Garda Merah Putih yang menyoalkan dua Komisioner Bawaslu Haltim yakni Suratman Kadir dan Basri Suaib. Setahu saya, yang bersangkutan mengantongi izin dari Pemda Haltim yang mana itu dijadikan sebagai dasar oleh Bawaslu Provinsi,” kata Lutfi kepada KabarMalut, Selasa (4/9/2018)

Untuk itu, lanjut Lutfi,  terkait dengan pernyataan Pemda melalui instansi terkait bahwa akan memecat oknum guru yang meninggalkan tugas dalam hal ini Basri dan Suratman. Seharusnya tidak dipersoalkan ASN berprofesi guru  karena statusnya sama secara hukum dengan ASN yang lain di penyelenggara Pemilu.

“Karena untuk menjadi penyelenggara Pemilu kan harus mengantongi izin atasan dari instansi yang bersangkutan atau  pejabat yang berwenang. Jadi kenapa harus dipermasalahkan,” tegasnya.

Lutfi beranggapan, mestinya Pemda Haltim harus paham prosedur dan tidak menyampaikan statemen yang tumpang tindi dengan kebijakan. Terkait hal itu, Plt Bupati harus angkat bicara dan menyatakan kedua Komisioner Bawaslu tidak bermasalah, karena ini meresahkan publik.

“Saya percaya Bawaslu Haltim akan bekerja professional, karena saya tahu kedua anggota Bawaslu tersebut adalah teman kerja saya sebelumnya waktu masih di Panwas Haltim,” ujaranya.

Lutfi  mengajak seluruh elemen untuk turut membantu Bawaslu Haltim dalam menegakkan demokrasi di Haltim. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut