DPLH Akui PT ARA Belum Ganti Rugi

  • Bagikan
Kepala DPLH Haltim, Harjon Gafur

MABA – Pencemaran di Desa Batu Raja Wasile beberapa waktu lalu, akibat terjadi kebocoran pada penampung PT.ARA. Hingga kini belum ada ganti rugi dari pihak perusahaan (PTA ARA) ke masyarakat yang terkena dampak dari limba.

Kepala Dinas Pertanahan dan Lingkungan Hidup (DPLH) Halmahera Timur (Haltim), Harjon Gafur mengaku, hingga kini belum ada kabar terkait dengan ganti rugi tersebut, meski sebelumnya sudah dilalui berbagai proses ganti rugi, akan tetapi belum ada kabar dari pihak PT ARA itu sendiri.

“Sampai sekarang sudah tidak ada kabar lagi terkiat ganti rugi, akibat pencemaran yang menimpa masyarakat Desa Batu Raja,” kata Harjo kepada KabaraMalut, Rabu (5/9/2018).

DPLH sebelumnya bersama-sama dengan DPRD Haltim, sudah berupaya memprose ganti rugi atas pencemaran limba yang masuk ke desa. Hanya saja PTARA mengaku ganti rugi bakal dilakukan dan kini masih berkoordinasdi dengan pihak perusahaan di Jakarta.

“Hasil koordinasi dengan pihak perusahaan, mereka beralasan masih berkoordinasi dengan pihak perusahaan yang ada di pusat, terkait dengan ganti rugi, tetapi sampai sekarang sudah tidak ada kabar lagi,” singkatnya.

Sehingga itu, dirinya belum bisa pastikan, apakah pihak perusahaan tersebut akan melakukan ganti rugi atau tidak, sebab dirinya pun mengaku jika tak lagi mendapat informasi soal ganti rugi itu.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut