LKO Korem 152 Babullah Ternate Diapresiasi

  • Bagikan
Simulasi bentrokan dua kelompok warga di depan Walikota Ternate

 

TERNATE – Latihan Kesiapsiagaan Operasional (LKO) yang digelar oleh Korem 152 Babullah Ternate berjalan lancar sampai pada hari terakhir, kegiatan yang dilakukan di halaman Kantor Walikota Ternate ini mendapat apresiasi dari sejumlah pihak.

LKO melibatkan TNI-Polri, warga dan tokoh agama serta Pemerintah Kota Ternate, kegiatan simulasi tentang mengatasi konflik yang terjadi pada beberapa kelurahan di Ternate, dilakukan oleh sekelompok warga dengan cara yang anarkis dan brutal.

“Hal ini bertujuan untuk melatih kesiapsiagaan anggota Korem 152 untuk bisa menghadapi dan mengamankan konflik yang kapan saja bisa terjadi,” ungkap Danrem 152 Babullah Ternate, Kolonel Inf Endro Satoto kepada sejumlah wartawan seusai kegiatan, Kamis (6/9/2018).

Suasana perdamaian bentrokan warga saat melakukan simulasi mediasi di aula kantor Walikota Ternate

Simulasi kontak senjata dan kontak fisik antar warga Kelurahan Salero dan Kampung Makassar Timur, akhirnya diselesaikan dengan cara mediasi yang melibatkan seluruh elemen, baik aparat, pemerintah dan perwakilan warga.

“Dalam mediasi yang dilakukan turut hadir pula perwakilan dari Kesultanan Ternate yang ikut mengapresiasi kegiatan yang dilakukan Kodam XIV Pattimura dengan Korem 152 Babullah Ternate ini,” jelasnya.

Sama halnya dengan Wakil Walikota Ternate, Abdullah Tahir mengaku, kegiatan seperti ini merupakan hal yang penting bagi kita semua. Disamping itu, kita juga bisa mengantisipasi segala hal-hal yang bisa memicu kerusuhan dan kericuhan antar warga seperti yang dilakukan oleh TNI lewat simulasi seperti ini.

Yakobus Tjanu selaku Perwakilan Pendeta se-Kota Ternate dan Hi Harun Ginoni selaku Wakil MUI Provinsi Malut juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada TNI dalam hal ini korem 152 dan sangat berterima kasih karena bagi keduanya kerukunan antar umat beragama adalah kunci kebahagian hidup rukun dan damai.

Simulasi berakhir dengan penandatanganan surat perjanjian antar dua kelompok massa yang melakukan konflik kemudian bersalaman. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut