Pekerjaan Diambil Alih TKA, Sejumlah Karyawan Protes Kebijakan PT WBN

  • Bagikan
Aksi protes sejumlah karyawan PT WBN

WEDA – Sebanyak 73 karyawan PT Weda Bay Nickel (WBN) yang tergabung dalam Pimpinan Unit Kerja (PUK) Serikat Pekerja Kimia Energi dan Pertambangan, Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPKEP SPSI) PT WBN menggelar aksi protes atas kebijakan manejemen terkait keberdaan  Tenaga Keja Asing (TKA) asal China yang diduga memanopoli sejumlah pekerjaan di PT WBN. Aksi  dilakukan di tanjung Ulien Weda Tengah, Halmahera Tengah (Halteng), Jumat (7/9/2018).

Ketua PUK SPKEP-SPSI WBN, Kasim Abdullah mengatakan telah terjadi pelanggaran yang dilakukan manejemen PT WBN terhadap kontrak kerja karyawan WBN untuk tidak bekerja di perusahan lain. Namun faktanya pihak menejemen PT WBN dengan sengaja memerintahkan sebagian karyawaan bekerja untuk PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP).

“Tentang penempatan Tenaga Kerja Asing (TKA) dalam organisasi PT WBN adanya indikasi dilakukan secara illegal, tanpa mengikuti peraturan perundang-undangan yang berlaku. Untuk itu, PUK SPKEP-SPSI WBN akan melaporkan kepada instansi terkait seperti Kementrian Tenaga Kerja, Kepolisian RI dan Imigrasi RI,” ungkap Kasim kepada KabarMalut, Jumat (7/9/2018).

Karyawan PT WBN yang tergabung dalam PUK SPKEP SPSI memboikot tempat kerja dan mess TKA dengan memasang tanda pembatas (Cros area)

PUK SPKEP-SPSI WBN mengutuk keras tindakan TKA China yang secara langsung telah mengambil alih pekerjaan yang dilakukan oleh sebagian besar  pekerja lokal pada PT WBN. Sehingga tenaga kerja tidak boleh melakukannya dan apa yang dilakukan tenaga kerja baru tanpa adanya struktur organisasi.

“Hal ini menunjukan adanya nilai jahat dari PT WBN terhadap pekerja lokal dan mengutamakan pekerja dari luar Indonesia (TKA China),” jelasnya.

Massa aksi dari karyawan PT WBN yang tergabung dalam PUK SPKEP -SPSI WBN ini kemudian menyerahkan dokumen tuntutan dan pernyataan sikap kepada pihak manejemen yang diterima langsung oleh Perwakilan PT WBN dengan deadline waktu 2 x 24 jam untuk segera ditindak lanjuti.

Aksi yang berlangsung tertib ini, berakhir pomboikot dengan memberi tanda pembatas (Cros area) di area kerja dan mess TKA untuk tidak melakukan segala aktifitas. Selama aksi berlangsung, mendapat pengawalan  dari anggota Babinsa, Babinkamtibmas, Pospol Weda Tengah, anggota Intelkam serta satu Pleton Satuan Sabhara Polres Halteng yang dipimpin langsung oKasat Sabhara AKP Dwi Sumanto dan Kabag OPS Polres Halteng, AKP Muh Arsad. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut