Terus Diproses Polisi, Orang Tua Korban Minta Hukum Tidak Sentuh Tersangka

  • Bagikan
Kuasa Hukum Pelaku, Kuswandi Buamona bersama Ayah korban Fauji Upara (tengah) dan Kasat Lantas Polres Kepsul, Iptu Mohtar Saniapon

SANANA – Kasus cekelakaan lalu lintas (Laka Lantas) yang mengakibatkan korban meninggal dunia Anggi Upara (6) karena terlindas mobil yang dikendarai Tersangka Sajuan Fatgehipon di Desa Fatcey Kecamatan Sanana, Kepulauan Sula (Kepsul), kini terus diproses penyidik Sat-Lantas Polres Kepsul. Penyidik telah merampungkan berkas tersangka untuk dilimpahkan ke Kejaksaan Sanana, meski oraang tua korban, meminta penyidik menghentikan dan tidak menyentuh tersangka untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya di secara hukum.

“Berkas perkara tersangka telah tahap satu, akan kami limpahkan hari Senin nanti, untuk pihak keluarga tidak perlu khawatir proses hukum terus berjalan,” ungkap Kasat Lantas Polres Kepsul, Iptu Mohtar Saniapon kepada KabarMalut akhir pekan kemarin.

Mohtar mengaku, meski orang tua korban telah ikhlas atas musibah yang menimpah anaknya, proses hukum tetap berjalan hingga ke pengadilan. Terkait adanya permintaan agar tidak proses hukum terhadap tersangka, keluarga korban bisa menyampaikan di pengadilan saat persidangan nanti.

“Proses hukum tetap berjalan, soal orang tua yang tidak mau di proses itu akan dijelaskan di depan persidangan,” singkatnya.

Berbagai informasi yang timbul terkait penanganan kasus ini, kini terjawab sudah, salah satunya terkait kebijakan hukum atas pelaku, berdasarkan undang undang. Bahkan belakangan ini informasi bahwa pihak pelaku diduga telah memberikan uang sebesar Rp 50 juta kepada ayah kandung korban dengan maksud untuk tidak memproses perkara ini.

Ayah korban Fauji Upara, saat dikonfirmasi mengaku tidak terima uang dari pihak tersangka yang diisukan itu, melainkan hanya uang asuransi pemberian dari Jasa Raharja untuk korban.

“Saya tidak dibayar pelaku, uang yang saya terima adalah pemberian Jasa Raharja,” kata Fauji.

Fauji mengataka ikhlas dan meminta secara tegas hukum jangan lagi menyentuh pelaku karena dirinya telah ikhlas.

“Saya minta jangan sedetikpun pelaku ini ditahan karena saya telah ikhlas, saya takut roh anak saya tidak tenang karena persoalan ini dibesar-besarkan,” pintah Fauji.

Senada, Kuasa Hukum Tersangka Sajuan Fatgehipon, Kuswandi Buamona membantah isu yang beredar dan menegaskan kliennya tidak pernah berniat membayar agar tidak diproses.

“Klien saya tidak pernah berniat membayar sepersenpun untuk hentikan kasus ini, apalagi sebanyak Rp 50 juta. Karena rasa bersalahnya, ia bersama keluarga selalu ada untuk keluarga korban, jadi dia tidak membayar untuk tidak diproses,” tegas Kuswandi.

Sebelumnya tersangka Sajuan Fatgehipon ditahan penyidik Sat-Lantas Polres Kepsul saat usai kejadian 21 Juni 2018. Namun penahan tersebut tak berlangsung lama, karena keluarga besar korban termasuk ayah kandung korban Fauji Upara dan Ibu angkat korban Nurlaila Upara meminta penyidik membebaskan tersangka pada 3 Juli 2018 lalu dengan surat pernyataan. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut