WBN Tidak Terapkan K3 Bagi TKA China

  • Bagikan
Ketua PUK-SPKEP-SPSI PT WBN, Kasim Abdullah.

WEDA – Pimpinan Unit Kerja (PUK) Serikat Pekerja Kimia Energi dan Pertambangan, Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPKEP-SPSI) PT Weda Bay Nikel (WBN) menilai menejemen PT WBN mengabaikan Keamanan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) pertambangan terhadap karyawannya.

Ketua PUK-SPKEP- SPSI PT WBN, Kasim Abdullah mengaku, dalam pekerjaan yang dilakukan oleh Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China yang ada di lokasi tambang PT WBN, tidak mengunakan kelengkapan keselamatan berupa sarung tangan dan alat pelindung badan lainnya yang menjadi keselamatan kerja.

“TKA China sangat  melanggar tentang UU Ketenagakerjaan yang ada di Indonesia, karena mereka seenaknya dalam melakukan pekerjaan,” ungkap Kasim kepad KabarMalut, Minggu (9/9/2018).

PUK-SPKEP-SPSI PT WBN mengecam kibijakan manajemen WBN terhadap pekerjaan TKA China yang tidak mematuhi UU Ketenagakerjaan tentang K3. Selain itu, meminta kepada Pemerintah Daerah melalui Dinas Tenaga Kerja Halmahera Tengah (Halteng) untuk dapat mengontrol para pekerja asing yang tidak taat terhadap UU Ketenagakerjaan tentang K3.

“Kepada pihak Kemenkumham (Imigrasi) Malut  agar dapat mendata dan mengontrol keberadaan orang asing yang sudah hampir mencapai 60 orang yang sudah berada di PT WBN maupun PT IWIP. Apakah mereka terdata atau belum,” harapnya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut