Soal Diagnosa Pasien Laiso Terloid, Ini Penjelasan Direktur RSUD Labuha

  • Bagikan
Plt Direktur RSUD Labuha, Asia Hasjim

LABUHA – Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuha Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), menjelaskan proses perawatan pasien Laiso Terloid (73) yang dituding keluarga pasien salah diagnosa oleh dokter.

Plt Direktur RSUD Labuha, Asia Hasjim menjelaskan tahapan tindakan yang dilakukan pihaknya bermula, tanggal 7 Agustus pasien masuk dengan gejala klinis gagal jantung yang ditandai dengan sesak dan pembengkakan kaki. Saat hari kedua perawatan, didapatkan kondisi gagal jantung akut yang ditandai dengan penurunan tekanan darah yang mendadak dengan nadi yang cepat.

“Kemudian pasien diberikan dua obat kombinasi untuk menaikan tekanan darah dan dipindahkan ke ruang ICU,” ungkap Asia kepada sejumlah wartawan, Senin (10/9/2018).

Selama lia hari perawatan di ICU, lanjut Asia, terdapat perbaikan kondisi gagal jantung akut, sehingga obat untuk menaikkan tekanan darah bisa distop. Sebelumnya kata Asia, saat perawatan hari kedua di ICU didapatkan keluhan kaki kiri merah, nyeri dan bengkak.

Pasien dicurigai terdapat sumbatan vena dalam (DVT- deep vein thrombosis) dengan skor risiko DVT yang tinggi dengan diagnosis banding selulitis (infeksi jaringan bawah kulit) dan diberikan obat pengencer darah, anti nyeri dan anti biotik untuk mengurangi keluhan.

Menurutnya, setelah lima hari pasien dirawat di ICU dan kondisi stabil, pasien boleh pindah ruangan biasa dengan obat pengencer darah, anti biotik dan anti nyeri tetap diberikan. Pada tanggal 18 Agustus dini hari, pasien dirujuk ke Manado dengan didampingi perawat serta obat-obatan, emergency  dan bantuan oksigen selama perjalanan.

“Pasien dirujuk untuk mendapatkan pemeriksaan lanjutan yang tidak tersedia di RSUD Labuha (USG Doppler tungkai, laboratorium faal hemostasis darah) untuk memastikan diagnosis DVT,” tutur Adik kandung Wakil Bupati Halsel itu. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut