Tapal Batas Kembali Bergejolak di Haltim

  • Bagikan
Warga Gotowasi saat melakukan aksi di depan Kantor DPMD Haltim, Senin (10/9/2018)

MABA – Penetapan tapal batas yang sebelumnya terjadi di Desa Pintatu sudah diselesaikan oleh Tim Tapal Batas Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Halmahera Timur (Haltim). Namun persoalan tapal batas kembali muncul dan bergejolak di Haltim pada wilayah yang berbeda pula.

Ratusan warga dan seluruh perangkat Pemerintah Desa Gotowasi  mendatangi kantor DPMD menggelar demo, menolak keptusan DPMD yang memasang tapal batas antara Kecamatan Kota Maba dan Maba Selatan. Warga menganggap Tim Tapal Batas keliru menentukan baras wilayah kedua daerah tersebut karena tidak mengacu pada sejarah adat sebelumnya.

Kepala Desa Gotowasi,  Mujid Ajarat mengaku, persoalan tapak batas di dua kecamatan berbeda ini sebelumnya sudah ada keputusan bersama  kedua belah pihak yang  dituangkan dalam berita acara pada tanggal 12 November 2009. Dalam kesepakatan itu, tercantum sebelah Selatan Hutan Misomdi, Sebelah Utara Pantai Paji Bayo dan Jalan lurus Maba Gotowasi tarik dari wilayah Gelgelet yaitu anta sungai Seipo dengan sungi Woilo.

“Ini sudah disepakati bersama dengan kedua kecamatan dan desa, yakni Kota Maba dan Maba Selatan,” ungkap Mujir, Senin (10/9/2018).

Namun, sayangnya saat ini yang terjadi Pemda Haltim tidak lagi mengacu pada kesepakatan yang tertuang dalam Berita Acara tersebut,  sehingga  memindahkan batas wilayah yang dinilai merugikan Warga Gotowasi.

“Batas kami dan itu harga diri, kami akan pertahankan itu, karena diharamkan jika sejingkal tapal batas direbut,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala DPMD Haltim, Badalan Uat di hadapan massa aksi mengaku akan menyampaikan semua aspirasi dan tuntutan warga, pihaknya telah mengcover dan akan diserahkan pada unsur pimpinan.

“Semua aspirasi dan tuntutan kami sudah tampung dalam waktu dekat akan disampaikan  ke pimpinan terlebih dahulu,” janjinya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut