Akademisi Nilai Keberadaan Perusda PT KRM Hanya Rugikan Daerah

  • Bagikan
Akademisi Unhena Tobelo, Gunawan Hi Abas

TOBELO – Kinerja Perusahan Daerah (Perusda) PT Kie Raha Mandiri (KRM) Provinsi Maluku Utara (Malut), selama ini tidak membawa dampak positif dalam menopang Pandapatan Asli Daerah (PAD). Padahal PT KRM setiap tahun mendapat kucuran anggaran miliaran rupiah dari APBD Malut.

Akademisi Universitas Hein Namotemo (Unhena) Tobelo, Gunawan Hi Abas menilai keberadaan Perusda PT KRM Malut selama ini hanya menghabiskan uang daerah. Penganggaran penyertaan modal yang dilakukan Pemprov Malut, tidak menghasilkan PAD dari Perusda itu sendiri.

“Sejauh mana Perusda memberikan kontribusi pendapatan daerah di Maluku Utara, kalau tidak maka ini tetap menjadi beban APBD itu sendiri. Bagi saya ditahun ini memang Perusda mempunya konsep kinerja tidak maksimal, kinerja seperti ini maka bisa merugikan keuangan daerah sendiri,” kata Gunawan kepada KabarMalut, Selasa (11/9/2018).

Menurutnya, tidak maksimalnya fungsi Perusda karena penyebabnya internal Perusda mempunyai regulasi yang kurang baik. Salah satunya, Direktur Utama yang diangkat oleh gubernur kurang berperan atau kurang pengalaman dari berbagai sektor menejmennya.

“Ini akibat dari gubernur mengangkat seorang Dirut Perusda Malut yang memang kurang berperan atau kurang pengalaman dari berbagai sektor menejmennya, ahirnya perusah tidak bisah berjalan secara efektif,” jelasnya.

Dosen Hukum Unhena Tobelo ini mendesak DPRD Provinsi segera mempertayakan kinerja Perusda dalam kegiatannya, karena tidak berjalan secara maksimal. Jika tidak maksimal, maka harus dievaluasi agar tidak selalu membebani dan merugikan daerah.

“Hal seperti Ini seharusnya anggota DPRD Provinsi Maluku Utara secepatnya merekomendasikan untuk hearing bersama Perusda, demi mengevaluasi kembali semua kinerja perusahan selama ini. Sehingga diketahui masyarakat dan apa saja peyebab permasalahannya,” pungkasnya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut