Temui Bupati, Guru PAUD dan TK Se-Halteng Curhat Kekurangan Sarana

  • Bagikan
Pertemuan guru PAUD dan TK se-Halteng dengan Bupati Edi Langkara.

WEDA – Sebanyak 49 guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan TK se-Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) bertatap muka dengan Bupati Halteng Edi Langkara. Para guru ini curhat ke Bupati terkait kondisi yang dialami seperti sarana dan prasarana yang masih minim serta banyak yang masih menggunakan gedung pinjam pakai.

Dihadapan Bupati Edi, para guru PAUD dan TK ini mengaku gedung yang dipakai rata-rata belum permanen milik sekolah, fasilitas ruang belajar juga masih minim seperti meja kursi serta mainan anak-anak. Bahkan anggaran yang didapat, hanya mengandalkan dana Bantuan Operasional PAUD (BOP) dari APBN yang diperuntukan belanja non fisik serta makanan tambahan gizi bagi para murit.

Bupati Edi mengapresiasi antusias guru PAUD dan TK di Halteng yang memiliki semangat tinggi pada lembaga pendidikan PAUD dan TK, sehingga masih membutuhkan perhatian serius dari pemerintah. Jika diperlukan, Alokasi Dana Desa (ADD) dapat dianggarkan untuk penguatan kelembagaan PAUD, seperti pengadaan meja kursi atau lainnya.

“Soal pendidikan ini saya menaruh perhatian serius, makanya saya yang ambil alih langsung tatap muka dalam pertemuan ini, saya akan berusaha peningkatan kesejahteraan atau intensif bagi para pendidik PAUD di tahun mendatang. Selain itu, juga akan mengupayakan penguatan kelembagaan PAUD,” ungkap Edi di hadapan para guru PAUD dan TK, Kamis (13/9/2018).

Untuk meminimalisir kebutuhan sekolah, politisi Partai Golkar Malut secara pribadi memberi bantuan kepada PAUD dan TK berupa 400 unti kursi.

“Ini bantuan pribadi saya, sebab kalau menunggu bantuan APBD realisasinya akan tahun depan, sementara pendidikan harus dijalankan,” katanya.

Elang juga meminta kepada seluruh PAUD dan TK agar segera membuat laporan kebutuhan untuk dianggarkan dalam pembahasan APBD mendatang.

“Saya akan minta secara resmi melalui surat kepada seluruh PAUD dan TK agar segera memasukkan laporan kebutuhan masing-masing lembaga pendidikan itu, agar bisa dialokasikan dalam pembahasan APBD tahun depan,” tukasnya.

Selain sarana dan prasarana, bupati juga memberikan bantuan kepada salah satu guru PAUD yakni Nursida. Guru PUAD yang berasal dari Desa Yoi Kecamatan Pulau Gebe ini diketahui mengalami gangguan telinga sejak lama. Maka menggugah hati bupati bantuan biaya pengobatan dan alat pendengaran kepada Nursida.

“Kita berikan biaya dan akan diberangkatkan ke Ternate bahkan ke Manado untuk berobat,” pungkasnya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut