ASN Morotai Yang Hendak Pindah Bakal Didenda Rp 30 Juta

  • Bagikan
Sekda Pula Morotai, Muhammad A Karie

DARUBA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Morotai bakal menerap aturan baru yang mengikat para Aparatur Sipil Negara (ASN) hendak pindari dari Pulau Morotai. Penerapan aturan ini karena ASN di Morotai terus berkurang akibat pidah ke daerah lain.

Sekda Pula Morotai, Muhammad A Karie menegaskan sejauh ini tercatat sudah kurang lebih 40 ASN yang pindah ke luar daerah. Kebanyakan ASN yang berasal dari Jawa, ini tentu membuat kebutuhan pegawai terus berkurang. Pada momentum tes CPNS 2018, Pemkab bakal ‘mengikat’ CPNS yang lulus tes untuk tidak pindah, jika ingin pindah bakal dikenakan denda sebesar Rp 30 juta.

“Ada edaran Pemda terkait dengan pegawai yang tes di Morotai lalu dapat PNS di Morotai, tapi suatu saat pegawai tersebut mintah pindah, maka diberikan denda sebesar Rp 30 juta,” kata Muhammad kepada wartawan, Senin (17/9/2018).

Meski begitu, Sekda belum bisa menjelaskan secara terperinci terkait aturan yang bakal diterapkan ini dengan alasan masih digagas.

“Tapi edarannya sudah disebarkan,” jelas Sekda.

Pemkab Pulau Morotai sendiri dalam penerimaan CPNS tahun2018, mendapat kuota sebanyak 245 dari 900 yang diusulkan. Harapnya, para CPNS yang lolos nanti, untuk tetap mengabdi di Pulau Morotai. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut