Warga Keluhkan Pemotongan Dana Dapur Sehat

  • Bagikan
Program pembangunan Dapur Sehat

DARUBA – Puluhan warga penerima bantuan program Dapur Sehat yang tersebar 88 desa di Kabupaten Pulau Morotai, keluhkan kebijakan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) yang memotong anggaran Dapur Sehat sebesar Rp 1,9 juta. Pemotongan ini diketahui ketima mencairkan anggaran yang hanya Rp 19,1 juta dari seharusnya Rp 21 juta.

Salah satu penerima bantuan Dapur Sehat, Desa Totoduku mengaku, kaget dengan pemotongan yang dilakukan piham DPMD, karena sesuai dengan kesepakatan anggaran yang seharusnya diterima sebesar Rp 21 juta.

“Saya hanya terima Rp 19,1 juta lalu sisanya dikemanakan,” ucap penerima program dapur sehat menolak namanya dipublis ini, Selasa (18/9/2018).

Sementara warga lainnya juga keluhkan kebijakan DPMD yang terkesan pilih kasih terhadap penerima program Dapur Sehat, seharusnya bagi warga sudah menerima program Dapur Sehat tidak berhak menerima bantuan yang sama. Namun yang terjadi di lapangan warga yang sama kembali mendapatkan program tersebut.

“Dalam aturan sudah tertulis jelas, bahwa bagi warga sudah menerima bantuan Dapur Sehat tahun 2017, tahun berikutnya tidak lagi mendapatkan bantuan yang sama, tapi yang terjadi di lapangan orang yang sama menerimanya lagi,” kesalnya.

Kepala DPMD Pulau Morotai, Nursina A Kadir

Terpisah Kepala DPMD Pemkab Pulau Morotai, Nursina A Kadir saat dikonfirmasi membantah telah melakukan memotongan anggaran Dapur Sehat. Menururnya, pemotongan Rp 1,9 juta merupakan pajak PPN dan PPH, bukan diluar ketentuan.

“Jadi anggaran itu bukan berkurang, karena itu pemotongan pajak PPN sebesar 10 persen dan PPH sebesar Rp 1,5 persen dan jika ditotalkan pemotongan pajak sebesar Rp 1,9 juta,” jelasnya.

Terkait keluhan pilih kasih, Nursina menuturkan, warganya yang keliru karena warga yang sama bisa menerima anggaran yang sama dengan catatan Dapur Sehat itu belum tuntas dikerjakan.

“Jadi perlu dipahami, warga bisa terima anggaran Dapur Sehat kembali asalkan program Dapur Sehat belum selesai dikerjakan, tidak mungkin bangunannya belum selesai anggarannya diberikan ke yang lainnya,” pungkasnya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut