Terus Perjuangkan Rakyat, Abdurahman Lahabato Caleg DPR RI

  • Bagikan
Abdurahman Lahabato (tengah) saat Pimpin Rapat Delegasi Badan Kerjasama Parlemen DPD RI pada kunjungan Bilataral di Budapest Hongaria

TERNATE – Pengalaman dua periode sebagai anggota DPD RI, tidak menghentikan langkah Abdurahman Lahabato untuk terus mengabdi pada masyarakat Maluku Utara (Malut), keterbatasan kewenangan di DPD yang hanya  mengusulkan Rancangan Undang Undang (RUU), terasa tidak terlalu maksimal untuk mengkongritkan aspirasi masyarakat menjadi kebijakan yang harus diimplementasikan.

Berdasarkan pada pengalaman tersebut, Abdurahman Lahabato memutuskan untuk ‘pindah kamar’ agar dapat memaksimalkan perjuangan rakyat. Keputusan bergabung dengan PKB sebagai Caleg DPR RI nomor urut 1 Daerah Pemilihan (Dapil) Malut adalah sebuah keniscayaan bahwa di partai inilah ia akan berhikmat/berbakti untuk bangsa dan negara.

“Kebangkitan adalah keniscayaan merupakan filosofi yang menjadi dasar saya untuk memastikan posisi politik melalui partai tentunya untuk masyarakat Maluku Utara yang saya cintai. Para pendukung setia saya yang telah memilih saya selama dua periode sebagai anggota DPD RI, tentunya berharap saya harus berbuat lebih, maka jalan inilah yang saya tempuh,” kata Abdurahman Lahabato dalam keterangan tertulis yang diterima KabarMalut, Sabtu (22/9/2018).

Selama menjadi anggota DPD RI, sebut Abdurahman, telah banyak memberikan pengalaman berharga, semisal pembahasan UU Desa yang turut berkontribusi terhadap pembentukan UU tersebut dengan terus menggali aspirasi dari daerah, dan dengan UU itu pemerintah Jokowi-JK berkomitmen untuk terus mengimplementasikan dengan baik Dana Desa dan Pembangunan di desa saat ini progresnya sangat baik. Selain itu, juga terus mendorong meningkatnya transfer dana ke daeran termasuk ke Malut melalui UU APBN.

Menurutnya, saat ini anggota DPR RI Dapil Malut, sudah bekerja sesuai dengan mekanisme formal di DPR, tapi baginya itu saja tidak cukup, karena anggota DPR RI dari setiap fraksi pasti mendistribusi anggota di 11 komisi dari masing-masing Dapil, sementara Malut hanya memiliki 3 kursi, sehingga dipastikan devisit 8 komisi.  Kedepan harus menciptakan terobosan, jangan hanya berpuas diri dengar mekanisme formal dan  tanpa praktek kemudian selalu melihat persoalan masyarakat dari menara gading, dibutuhkan kerja kreatif dan hasilnya nyata.

“Potensi Masyarakat Maluku Utara sejatinya sangat banyak dan strategis, kalau kita mau jujur dan membuka diri tidak ‘ego’ seolah-olah kita yang paling tahu semuanya. Misalnya sejauh ini saya selalu membangun komunikasi dengan tokoh-tokoh Malut yang saat ini terdistribusi di berbagai kementerian dan lembaga dengan posisi strategis,” terangnya.

Nantinya akan berkolaborasi untuk berbagai peran guna memperjuangan kepentingan pembangunan Malut di kementerian dan lembaga. Bahkan, telah dikonsepkan Rumah Singgah Pergerakan Maluku Utara, dimana akan menjadi ruang transit perencanaan pembangunan Provinsi Malut, membantu memfasilitasi proses-proses teknis relasi daerah dengan pusat.

“Relasi yang telah Kami bangun selama menjadi anggota DPD RI akan dimaksimalkan para expert di bidang perencanaan, akademisi, perguruan tinggi dan lembaga lembaga independen lain yang fokus di Maluku Utara. Kami akan terus menggali potensi-potensi kreatifitas masyarakat Maluku Utara baik di Desa maupun Kota, untuk didorong menjadi kekuatan pemantik kebangkitan ekonomi di Maluku Utara,” tegas pria yang biasa disapa Hi Man ini.

Mantan Pimpinan Redaksi Ternate Pos ini mengaku, ke depan DPR RI Dapil Malut harus menjadi ‘jembatan emas’ pelaku bisnis kreatif di Malut untuk berkreasi di tingkat nasional maupun international, karena saat ini dunia mengarah pada ‘digitalisasi’ dan berbagai penemuan revolusioner pada industri transportasi dengan memanfaatkan sumber daya alam dan Malut punya potensi itu.

“Basisnya jelas, sumber daya manusia kita tingkatkan, asah terus kreatifitas dan olah sumber daya yang kita miliki. DPR RI Dapil Maluku Utara harus menjadi Garda terdepan untuk memperjuangkan kepentingan Masyarakat Maluku Utara. Buang ‘ego’, harus mau berbareng bergerak bersama rakyat, harus legowo berkolaborasi dengan guburnur dan para bupati/walikota, kadis-kadis terkait, aktivis dan tokoh Maluku Utara untuk bahu membahu perjuangkan pembangunan Maluku Utara di pusat,” harapnya.

Kendati dengan kesibukan yang luar biasa sebagai anggota DPD RI, tidak serta merta menjadikan Hi Man lupa akar sejarah hidupnya sebagai seorang wartawan, dan dengan profesi itu mendapat ‘tindakan kekerasan’ saat melaksanakan tugas jurnalistk sampai cedera di kaki kanan.

“Karena itu, hormat Saya terhadap kawan-kawan sejawat jurnalis, sebagai bagian yang sulit terpisahkan dengan kiprah saya, tentu media massa tetap menjadi mitra strategis saya jika diamanahkan pindah kamar dari DPD ke DPR RI dapil Maluku Utara. Saya percaya, dengan kemitraan parlemen dan media, pasti informasi hoax yang kerap dijadikan ‘pisau’ pembunuh karakter sesama, akan tertepis dengan pemberitaan media yang menjunjung etika jurnalistik,” pungkasnya. (PN/Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut