Masyarakat Diminta Selektif Memilih Wakil Rakyat

  • Bagikan
Akademisi UMMU Ternate, Sukur Suleman

TERNATE – Pasca penetapan Daftar Calon Tetap (DCT) Calon Anggota Legislatif (Caleg) Pemilihan Umum 2019 oleh Komisi Pemelihan Umum (KPU) kabupaten/kota dan Provinsi Maluku Utara (Malut). Kini giliran masyarakat agar selektif memilih calon para wakil rakyat untuk masa periode 2019-2024.

Akademisi Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) Ternate, Sukur Suleman mengatakan, Caleg yang ditetapkan KPU merupakan mereka yang memenuhi syarat dan layak secara administratif ikut dalam kontestasi politik di Pemilu 2019 mendatang. Mereka bakal diseleksi langsung oleh masyarakat, sebagai wakil rakyat yang nantinya hadir untuk memberi solusi atas problem kedaerahan yang ada, bukan sebaliknya.

“Iklim atau cuaca politik konstestasi 2019 mendatang memungkinkan adanya keseimbangan di kalangan para Caleg, agar masyarakat tidak menjadi korban politiknya. Apalagi politik identitas yang kemudian mencederasi hubungan keluarga, teman, kolega dan persudaraan,” kata Sukur saat dikonfirmasi KabarMalut, Minggu (23/9/2018).

Syukur berharap Caleg memberikan pendidikan politik yang baik untuk masyarakat,  terutama di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), yang sering menjadi sorotan publik, baik di kalangan politisi maupun akademisi. Salah satu menjadi sorotan publik adalah mengenai suhu politik yang begitu memanas, jika dibandingkan daerah lain.

“DCT oleh KPU Halsel yang kurang lebih 480 Caleg dari 16 partai politk yang ikut dalam Pemilu 2019, terdiri dari 5 daerah pemilihan yang berbeda-berbeda. Mereka adalah orang-orang yang nantinya akan berkompetisi, adu gagasan dan strategi untuk merebut suara rakyat untuk menduduki 30 kursi DPRD Kabupate Halsel, maka sudah barang tentu dari 480 Caleg yang ada, maka sekitar 450 yang senantiasa harus iklhas dan siap secara psikologis menerima kekalahan,” terangnya.

Secara teoritis dalam menentukan pilihan, Dosen FISIP ini meminta masyarakat memilih calon wakil rakyat yang memiliki integritas, konsistensi, prinsip, kejujuran dan dianggap mampu melahirkan Perda. Sebab ini menjadi nawa cita kita samua untuk daerah yang lebih baik, dan Caleg siap menjadi bagian dari solusi sebagai wakil rakyat yang sudah diamanahkan.

“Masyarakat harus selektif memilih wakil rakyat yang bersungguh-sungguh hadir untuk memberi solusi,” pungkasnya. (Cim/Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut