Kasus Embung Makian Berpotensi Dihentikan

  • Bagikan
Kantor Kejati Malut (Foto: Dok/KabarMalut)

TERNATE – Penyelidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi proyek pembangunan penampung air atau embung di Desa Dalam, Kecamatan Pulau Makian, Halmahera Selatan (Halsel), berpotensi dihentikan Kejati Maluku Utara (Malut).  Pihak Kejati beralasan proyek yang dikerjakan PT Taipan Subur menelan anggaran APBN senilai Rp 10,7 miliar tersebut belum ditemukan unsur kerugian negara.

“Sejauh ini tim penyidik belum berkesimpulan terkait unsur kerugian negara tentang proyek embung itu,” kata Kasi Penkum Kejati Malut,  Apris Risman Ligua kepada KabarMalut, Senin (24/9/2018).

Apris menunturkan, belum ditemukan unsur kerugian kasus itu berpotensi di-SP3 lantaran penyelidikan bersama tim ahli dari Unkhair dan PUPR Provinsi Malut saat di lapangan menemukan kelebihan pekerjaan senilai Rp 1.732.398.622.40.

“Dari hasil kedua tim ahli itu, maka kasus ini belum distatusnya menjadi  penyidikan,” ujarnya.

Kendati demikian pihaknya menegaskan, kedepan apabila menemukan bukti baru yang mangarah ke unsur kerugian negara, maka penyelidikan kasus ini tetap berlanjut. Sebab dalam tindak pidana korupsi, tidak sekedar perbuatan melawan hokum, tetapi juga harus ada korelasinya kerugian negara.

“Kalau ada bukti baru yang signifikan, artinya bahwa kerugian itu ada otomatis dilanjutkan kembali,” pungkasnya mengakhiri. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut