450 Personel Polisi Siap Amankan PSU

  • Bagikan
Personel Brimob Polda Maluku Utara (Yasim/KabarMalut)

TERNATE – Menghadapi Pemungutan Suara Ulang (PSU) pada dua kecamatan yakni Kecamatan Sanana Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) dan Kecamatan Taliabu Barat Kabupaten Pulau Taliabu serta enam desa di Kecamatan Kao Teluk, Halmahera Utara (Halut) pada 17 Oktober 2018 mendatang, Polda Maluku Utara  (Malut) siap melakukan pengamanan ekstra dengan menerjunkan 450 personel untuk pengamanan di setiap TPS.

“Kita persiapkan kurang lebih 450 personel yang rencananya akan ditempatkan di semua TPS yang melaksanakan PSU baik di Sula dan Taliabu serta di enam desa,” ungkap Plh Kepala Biro Operasional (Karo Ops) Polda Malut, Kombes (Pol) Mirzal Alwi kepada KabarMalut, Selasa (25/9/2018).

Untuk pergeseran personel yang melakukan pengamanan sendiri, kata Mirzal, untuk pergeseran personel akan dilaksanakan dua minggu sebelum pelaksanaan PSU.

“Sebagian personel sudah akan bergeser ke wilayah-wilayah pada dua minggu sebelum PSU itu berlangsung,” tegasnya.

Mirzal juga menambahkan, untuk pola pengamanan yang dipakai dalam PSU ini sangat berbeda dengan pengamanan pada Pilgub kemarin, karena pola pengamanan yang dipakai untuk tingkat TPS sendiri menempatkan dua personel untuk 1 TPS.

“Karena ini PSU maka ini masuk pada pola pengamanan rawan, makanya kita tempatkan untuk 1 TPS minimal dilakukan pengamanan untuk dua anggota, tapi itu tergantung dengan hasil rapat Polda dengan KPU nanti,” tegasnya lagi.

Mirzal juga mengaku, untuk TPS yang jaraknya sangat jauh, pengamanannya juga akan berbeda dengan TPS yang berdekatan. Untuk TPS yang jaraknya jauh nantinya akan diterima setelah dilakukan rapat koordinasi dengan KPU Malut.

“Sekarang ini koordinasi dengan KPU sudah intens berjalan berkaitan dengan jumlah TPS, khususnya di daerah enam desa,” akunya.

Pengamanan PSU Kepsul dan Taliabu sendiri lanjut dia, pengamanan diambil alih langsung oleh Polda dan Polres hanya tinggal menerima perintah saja.

“Pengamanannya nanti kita lihat, apakah ini nanti langsung kita ataukah nanti kita kombinasi dengan Polres, tapi yang jelas pengamanan ini akan kita ambil alih,” tuturnya.

Untuk titik rawan di dua kabupaten dan enam desa yang melaksanakan PSU lanjut Mirzal, semua kabupaten yang melaksanakan PSU akan mendapat pengamanan secara ketat dan Polda tidak melihat mana yang paling rawan, karena pengamanan yang dilakukan ini semuanya memiliki tingkat kerawanan masing-masing.

“Yang jelas rawan tidak rawan semua akan kita amankan, karena itu tergantung pada situasi dan kondisi di lapangan, dan insya Allah saya rasa PSU ini akan berjalan aman-aman saja,” cetusnya.

Dirinya juga menegaskan, untuk pengamanan logistik kotak suara pada saat pendistribusian nanti, semua anggota yang ditugaskan akan tetap melakukan pengawalan dimana saja kotak suara itu bergeser.

“Yang pasti semua kotak suara itu akan tetap kita amankan, kemanapun bergesernya,” katanya.

Atas nama Kapolda Malut, dirinya mengajak kepada seluruh masyarakat di wilayah Malut khususnya pada kabupaten yang melaksanakan PSU untuk tetap menjaga situasi aman dan damai. Pasalnya untuk menciptakan situasi aman dan damai, bukan hanya menjadi tanggungjawab aparat keamanan melainkan menjadi tanggungjawab bersama.

“Mari kita sama-sama jaga situasi di masing-masing, karena pihak keamanan tidak bisa bekerja sendiri tanpa ada dukungan dari masyarakat,” ajaknya mengakhiri. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut