Dinilai Takut Kalah, AGK Paksakan Kuker ke Wilayah PSU

  • Bagikan
Akademisi UMMU Ternate, Helmi Alhadar

TERNATE – Akademisi Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) Ternate, Helmi Alhadar menilai rencana Gubernur Maluku Utara (Malut) Abdul Ghani Kasuba (AGK) yang ngonot melakukan Kunjungan Kerja (Kuker) ke wilayah Pemungutan Suara Ulang (PSU), merupakan bentuk kepanikan atau takut kalah dalam Pilgub 2018, sehingga Kuker ke wilayah PSU terasa begitu penting.

“Yang menjadi pertanyaan kenapa gubernur Kuker ke daerah PSU. Itu bertanda gubernur sangat takut  mengalami kekalahan sehingga dipaksakan Kuker,” kata Helmi kepada kabarMalut, Jumat (28/9/2018)

Menurut Helmi, demi menegakan keadilan mestinya gubernur jangan melakukan kunjungan ke daerah atau wilayah  PSU. Sebab, meski sebagai gubernur aktif, dirinya juga sebagai petahana yang kembali mencalonkan diri di Pilgub 2018.

“Kalau agenda tidak terlalu mendesak sebaiknya jangan dilakukan. Sebab gubernur harus menunjukkan sikap kenegarawan seorang gubernur dan menunjunjung tinggi sikap panutan bagi masyarakat. Sebaiknya gubernur kunjungan ke daerah lain,” ujarnya.

Lebih lanjut kata, alasan Kuker yang tidak terlalu mendasar maka guburnur dapat diduga memanfaatkn kesempatan sebagai petahana untuk  bersosialisasi di masyarakat setempat, yang secara tidak langsung kunjungan gubernur tentunya berdampak pada elektabilitas dalam PSU tersebut.

“Saat ini lawannya AHM sedang berada dalam tahanan KPK, jadi sebaiknya  gubernur mununjukkan sikap yang sportif sebagai seorang pemimpin dan menjadi contoh yang bagi khalayak ramai. Karena politisi yang hebat adalah politisi  menjunjung tinggi etika politik dan demokrasi,” tuturnya

Helmi menambahkan, Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) dengan kapasitas sebagai pengawas Pemilu memiliki aturan yang telah ditetapkan agar tidak dilanggar semua Cagub dan Cawagub dalam konteks menghadapi PSU nanti.

“Bawaslu harus tegas dalam meneggakan peraturan. Jika memang hal tersebut yang dilakukan petahana sebagai tindakan pelanggaran, maka segera ditindak lanjuti jangan terkesan  dibiarkan saja,” tegas dosen Ilmu Komunikasi UMMU ini. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut