Guru Soalkan Kebijakan Bupati Benny Potong TKD

  • Bagikan
Kepala Disdikbud Pulau Morotai, F Revi Dara

DARUBA – Kebijakan Bupati Pulau Morotai, Benny Laos memotong Tunjangan Kerja Daerah (TKD) Aparatur Sipil Negara (ASN) khususnya guru saat cuti, disoal. Bagi sejumlah guru kebijakan Bupati sangat merugikan mereka.

“Masa kita cuti TKD-nya dipotong, ini kan aneh,” kesal sejumlah guru menolak nama mereka dipublikasi, Jumat (28/9/2018).

Menurut salah guru wanita,  pemotongan TKD saat cuti, sudah tentu menyalahi prosedur. Sebab cuti sudah menjadi hak apabila mereka berhalangan.

“Baru Bupati, Benny Laos TKD kami dipotong. Bupati sebelumnya tidak dipotong saat cuti, kan tidak mungkin kami melahirkan atau sakit jalankan tugas,” cetusnya.

Merasa kebijakan Bupati merugikan para guru, mereka meminta Bupati dapat mengevaluasi kebijakannya tersebut.

Terpisah, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pulau Morotai, F Revi Dara saat dikonfirmasi terkait persoalan yang dimaksud membebenarkan, bahwa telah melakukan pemotongan TKD terhadap guru yang mengambil cuti.

“Jadi pemotongan TKD itu bukan saja guru, tapi berlaku bagi seluruh ASN yang mengambil cuti,” imbuhnya.

Revi menjelaskan, TKD kebijakan pemerintah daerah memberikan tunjangan lebih kepada ASN yang setiap harinya menjalankan tugas.

“Perlu dipahami, bahwa pegawai yang menerima TKD pegawai setiap harinya berkantor, jadi pegawai yang cuti pasti dipotong, karena tidak berkantor,” timpalnya.

Kendati mengakui ASN yang mengambil cuti TKD dipotong, tapi TKD-nya tidak dipotong secara keselurahan.

“Untuk pegawai golongan II menerima TKD Rp 1,2 juta per bulan. Bagi pegawai cuti hanya menerima TKD Rp 500 ribu per bulan, duit Rp 500 ribu sebagai uang transportasi, ” pungkas Revi. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut