Kemendikbud dan BPCB Malut Gelar Ekpedisi Jalur Rempah

  • Bagikan
Walikota Ternate Burhan Abdurahman saat sampaikan sambutan pada kegiatan Ekspedisi Jalur Rempah

TERNATE  – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI) berkerja sama dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Provinsi Maluku Utara (Malut) menggelar Ekspedisi Jalur Rempah berlangsung di kantor wali Kota Ternate, Sabtu (29/9/2018)

Ekspedisi Jalur Rempah 2018 secara langsung di buka oleh Walikota Ternate Burhan Abdurahman, dengan tema ‘Sejarah jalur rempah dan kekayaan hayati kie raha rempah-rempah yang ada di Ternate, Tidore, Jailolo dan makian. Turut menghadiri Direktur Sejarah Kemendikbud RI, WaliKota dan wakil Walikota Ternate, mewakili  Bupati Halbar, Halsel, Tidore Kepulauan, Kepala BPCB Malut, serta unsur Forkompinda.

Direktur Sejarah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Kebudayaan RI, Triana Wulandari kepada sejumlah wartawan mengatakan, sala satu kegiatan ekspedisi jalur rempah untuk dapat mengundang seluruh tenaga generasi muda dari berbagai bidang agar dapat menguak kembali kejayaan sejarah jalur rempah pada masa penjajahan yang sudah jadi rebutan.

Walaupun Indonesia sudah merdeka namun penjajah ingin kembali lagi ke wilayah timur, karena penjajah pun mengetahui harta karun itu berada di wilayah timur, yakni rempah, hingga pada generasi muda harus diingatkan dari berbagai ilmu kekayaan yang ada di Indonesia.

“Dari 43 provinsi yang ada di Indonesia wilayah timur, melalui kegiatan ekspedisi jalur rempah ini sebanyak 100 mahasiswa tidak sekedar mempelajari sejarah namun bisa disumbangkan untuk dapat berpikir kedepan,” ungkap Triana.

Salah satu bidang pertanian, Pala, Cengkih dan lainya untuk bisa menjaga kejayaan demi masa depan hingga pemerintah kota perlu fokus dengan hal ini.

Selain itu, Walikota Ternate, Burhan Abdulrahman mengatakan sebagai tuan rumah dalam kegiatan ini pihaknya sangat memberikan apresiasi kepada Kementerian Kemendikbud Direktur Sejarah. Dengan hadirnya kegiatan ini. akan dapat mengsuport Pemerintah Kota untuk bisa mengangkat kembali kejayaan daerah pada massa yang lalu dan akan terus melakukan kegiatan dan upaya produk hasil dari pala cengkih untuk menjadi produk yang akan bisa di minati masyarakat baik Nasional maupun Internasional.

“Maka kegiatan ini akan dapat memberikan sport dari peserta jalur rempah akan dapat menyusun berbagai hal baik bidang sejarah, photographer, yang akan dilakukan hingga dapat menjadikan referensi sendiri bagi pemerintah kota untuk di diskusi dan akan ditindak lanjuti ke depan,” terang Burhan. (Ajo)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut