Kasus Pinjaman Halbar, Kejati Kroscek Item Penggunaan Anggaran

  • Bagikan
Kasi Penkum Kejati Malut, Apris Risman Ligua

TERNATE – Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara (Malut), terus menelusuri kasus dugaan korupsi pinjaman Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) Rp 150 miliar di Bank Pembangunan Daerah (BPD) Maluku-Malut.

Kasi Penkum Kejati Malut, Apris Risman Ligua menuturkan, penyidik telah melakukan kroscek item penggunaan anggaran yang berasal dari pinjaman Pamkab sebesar Rp 150 yang diduga bermasalah tersebut.

“Beberapa waktu lalu, Tim kami sudah turun untuk melakukan pengecekan terkait dugaan kasus korupsi (Pinjaman Pemkab Halbar) tersebut,” kata Apris kepada KabarMalut, Senin (8/10/2018).

Apris mengatakan, pinjaman Halbar ini aitemnya masih banyak sehingga kasus tersebut masih diklarifikasi dalam pengertian untuk mengetahui sejauh mana pengunaan anggaran tersebut. Penyidik ingin mengetahui kegiatan apa saja yang dianggarankan, apakah dalam kegiatan tersebut ada yang tidak dilaksanakan atau seperti apa.

“Dalam hal ini pelaksaan ada di Pemda. Kasus ini masih tetatp berjalan karena itemnya masih banyak, kami sudah melakukan pengecekan untuk kelanjutanya seperti apa,” pungkasnya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut