KPK Sosialisasi Program Sekolah Berintegritas

  • Bagikan
KPK Sosilisasi Program Sekolah Berintegritas

TERNATE – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mensosialisasi program anti korupsi di sekolah melalui mata pelajaran atas Program Sekolah Berintegritas. Kegiatan bertemakan ‘Diseminasi Insersi Pembelajaran Anti Korupsi pada Mata Pelajaran PPKN dan Implementasi Tata Kelola Sekolah dan Madrasah yang Beritegritas’ berlangsung di Hotel Batik Ternate, Rabu (10/10/2018).

Kedeputian Bidang Pencegahan KPK, Dotty Rahmatiasih mengaku, merespon masukan masyarakat dalam sektor pendidikan yang selama ini masih terdapat masalah karena banyaknya laporan ke KPK, maka fungsional Direktorat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat perlu didorong upaya perbaikan melalui sektor pendidikan, baik dari sisi tata kelola maupun implementasi pendidikan terkait anti korupsi  dalam pembelajaran PPKN.

“Saat ini yang kami lakukan yaitu pencegahan di sektor pendidikan selama dua hari, tujuanya melakukan diseminasi yang lebih mendalam untuk memberikan pemahaman kepada kepala-kepala sekolah dan guru mengenai upaya pencegahan korupsi. Ini harus dilakukan bersama agar supaya sektor pendidikan bisa lebih baik dan tindak pidana korupsi bisa dicegah,” ujar Dotty saat dikonfirmasi kepada KabarMalut usai memaparkan materi.

Langkah awal untuk pencegahan di sektor pendidikan, kata Dotty, ada sembilan insiatif anti korupsi yang perlu diimplementasikan oleh sekolah, satuan pendidikan maupun dinas pendidikan terkait. Inisiatif ini tidak hanya belaku untuk kepala sekolah, tetapi seluruh stakeholder yang berkaitan dengan pendidikan.

“Dari sembilan inisiatif ada tentang pengawasan dana pendidikan, kemudian ada PPBD secara transparan dan akuntabel dan juga akurasi data Dapodik,  bagaimana nanti KPK akan integrasikan ini dengan aplikasi yang juga milik KPK. Kemudian tentang rotasi, mutasi, kepala sekolah harus dengan cara yang akuntabel dan transparan, sesuai dengan anti korupsi,” jelasnya.

Selanjutnya, tim penindakan bakal melakukan monitoring, apakah sekolah memang melakukan implementasi pembelajaran, atau upaya-upaya perbaikan dari sisi tata kelolahnya.

“Setelah diseminasi ini, muda-mudahan ada hasilnya, karena harus butuh proses,” pungkasnya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut