Dua Kades Terlibat Asusila, Bustamin: Sudah Diselesaikan Secara Adat dan Siap Bertanggung Jawab

  • Bagikan
Kapala DPMD Halsel, Bustamin Soleman

LABUAH – Dua Kepala Desa (Kades) di Halmahera Selatan (Halsel) terlibat kasus asusila, Kades Gorua (Soma) Kecamatan Pulau Makian, Sukar dan Kades Foya Tobaru Kecamatan Gane Timur, Dapri Ngongare. Kades Gorua Sukran diduga melakukan pelecehan seksual terhadap istri, dan Kades Foya Tobaru Dapri diduga menghamili janda tiga anak.

Meski terlibat kasus asusila, kedua Kades tidak diberikan sanksi tegas dari Pemkab Halsel melalui Dinas Pemeberdayaan Masyarakat Desa (DPMD). Kasus keduanya dinyakan selesai, seperti halnya Kades Gorua telah menjalani denda adat dan Kades Foya Tobaru siap bertanggung jawab atas perbuatanya.

Kapala DPMD Halsel, Bustamin Soleman mengaku menerima informasi bahwa kasus Kades Gorua (Soma) sudah diselesaikan secara adat. Penyelesain kasus secara adat itu dimediasi oleh pihak Polsek Pulau Makian sehingga kasus ini dianggap sudah berkhir.

“Sudah diselesaikan secara adat dengan cara bayar denda, karena si korban meras dirugikan,” tutur Bustami kepada KabarMalut, Kamis (18/10/2018).

Sedangkan untuk kasus Kades Foya Tobaru, Kades sudah menghadap untuk memberikan klarifikasi terkait kasusnya. Bustamin menyebutkan sesuai pengakuan Kades Dapri kepada dirinya, Kades siap bertanggung jawab, hanya saja sampai saat ini belum melihat kondisi perempuan itu benar tidak hamil karena sementara berada di Jakarta.

“Kades Dapri mengaku selama ini hanya dijadikan objek pemerasan oleh perempuan yang mangaku dihamili Kades. Dia telepon si kades  ancam-ancam meminta uang ke Kades, jadi hanya di jadikan objek,” tutur Bustamin. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut