Kalah di PSU, AGK Menangkan Pilkada Malut

  • Bagikan
Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Malut, Abdul Ghani Kasuba-M Al Yasin Ali (AGK-YA)

TERNATE – Pasangan Calon (Paslon) Gebernur dan wakil Gubernur Maluku Utara (AGK-YA) Abdul Ghani Kasuba-M Al Yasin Ali (AGK-YA) dipastika kalah dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU) pemilihan kepala daerah (Pilkada) Malut dengan Paslon Ahmad Hidayat Mus-Rivai Umar (AHM-RIVAI). Meski kalah, namun AGK-YA dipastikan memenangkan Pilkada Malut 2018.

Data PSU yang berhasil dihimpun KabarMalut, Rabu  (17/10/2018), PSU pada Kecamata Sanana Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Kecamatan Taliabu Barat Kabupaten Pulau Taliabu dan 6 desa yang disengketakan Kabupaten Halmahera Utara (Halut) dan Halmahera Barat (Halbar), Paslon AHM-RIVAI memperoleh total suara sebanyak 12.402 suara dari rivalnya AGK-YA 9.112 suara. Namun AGK-YA memiliki suara sebelum PSU tercatat sebanyak 4.149 sehingga ditotalkan dengan suara hasil PSU sebanyak 13.261 suara.

Meski menangkan PSU dengan total suara 12.402 suara, AHM-RIVAI kalah jumlah suara dengan AGK-YA karena memiliki suara sebelum PSU. Selisi kemenangan AGK-YA dengan AHM-RIVAI yakni sebanyak 859 suara (13.261 – 12.402).

Pada PSU kali ini, AGK-YA hanya menang di 6 Desa bersengketa dengan masing-masing perolehan suara, TPS pada Halbar tercatat sebanyak  1.730 suara dan TPS pada Halut sebanyak 571 suara, total suara 2.301. Sementara AHM-RIVAI, memperoleh total suara 1.198 terdiri dari TPS Halbar 151 suara dan TPS Halut 1.047 suara, selisih suara 1.103 (2.301 – 1.198).

Paslon AHM-RIVAI mendapat suara yang signifikan di Kecamatan Pulau Taliabu dengan perolehan 4.546 suara dibandingkan AGK-YA yang hanya mendapat 1.280 suara dan selisihnya 3.266 (4.546 – 1.280). Untuk Kecamatan Sanana, AHM-RIVAI juga menang dengan perolehan suara 6.658 dan AGK-YA sebanyak 5.531 suara atau selisinya 1.127 (6.658 – 5.531).

Meski begitu, hasil peroleh suara sesungguhnya tetap menanti pleno rekapitulasi yang akan dilakukan oleh KPU Provinsi Malut, selanjutnya dilaporkan ke Mahkamah Konstitusi (MK) untuk diputuskan karena Pilkada Malut hingga kini masih dalam sengketa di MK. (rdx)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut