Bea dan Cukai Ternate Temukan 6.120 Batang Rokok Ilegal Beredar di Malut

  • Bagikan
Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Ternate, Rusdianto

TERNATE – Selama tahun 2018, Bea dan Cukai Ternate  dalam melaksanakan operasi pasar penindakan rokok ilegal, ditemukan sebanyak 6.120 batang rokok ilegal yang beredar di wilayah Maluku Utara (Malut). Rokok tersebut beredar pada dua kabupaten yakni Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) dan Halmahera Selatan (Halsel).

Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Ternate, Rusdianto menyebutkan selama operasi pihaknya mengamankan ratusan bungkus rokok tidak berizin ini yang beredar luas di masyarakat.

“Sedikitnya ada 14 bungkus rokok dan 292 bungkus rokok yang dinyatakan ilegal di dua tempat yang berbeda atau sekitar 6.120 batang rokok ilegal yang berhasil disita Bea Cukai Ternate,” kata Rusdianto kepada KabarMalut, Jumat (19/10/2018).

Meski terdapat ada peredaran rokok ilegal di masyarakat, Rusdianto mengaku wilayah Malut masih dinyatakan aman dari peredaran barang-barang ilegal jika dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia yang angkanya peredarannya sangat signifikan.

“Jumlah ini jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya memang tidak ada peningkatan, artinya rokok ilegal di wilayah Maluku Utara masih bisa dikatakan langkah,” tegasnya.

Sejauh ini Bea dan Cukai terus melakukan sosialisasi ke seluruh wilayah Malut untuk memberikan arahan serta edukasi terkait sanksi dan hukuman bagi pengusaha sekaligus distributor rokok ilegal. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut