Rapat Pleno PSU di Taliabu Diwarnai Unjuk Rasa

  • Bagikan
Unjuk rasa di depan kantor KPU Pulau Taliabu

TALIABU – Rapat pleno rekapitulasi perhitungan suara tingkat Kabupaten Pulau Taliabu, pada Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilgada Malut, diwarnai dengan aksi unjuk rasa oleh Pemuda Peduli Demokrasi Republik Indinesia (PPDRI). Massa aksi yang sudah  dari kemarin melakukan aksi protes ini, melanjutkan aski di depan Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pulau Taliabu.

Dalam aksinya, massa menuding pihak KPU Pulau Taliabu sengaja melakukan pelanggran administrasi dengan tidak mengakomodir warga yang pernah memilih pada 27 Juni lalu. Sebagian besar warga yang masuk dalam DPT, pada proses PSU ini tidak lagi dilibatkan memilih.

Kordinator Aksi, Aldin Saputra mengatakan, pihak KPU Pulau Taliabu telah sengaja dan sistematis mengurangi jumlah pemilih dengan meniadakan nama pemilih pada Daftar Pemilih Tetap (DPT).

“KPU Pulau Taliabu dengan sengaja menghilangkan hak memilih sebagian masyarakat Taliabu Barat,” ungkap Aldi, Jumat (19/10/2018).

Selain KPU, massa aksi juga mendesak Bawaslu Pulau Taliabu mengusut dugaan money politik yang dilakukan tim Paslon nomor urut 3 Abdul Ghani Kasuba-M Al Yasin Ali (AGK-YA) di sejumlah desa di Taliabu Barat, jelang proses PSU.

“Kami juga meminta kepada Bawaslu Pulau Taliabu, untuk  mengusut tuntas pelanggaran Pemilu yang dilakukan oleh Tim AGK-YA dan pelanggaran yang dilakukan oleh KPU Pulau Taliabu,” tambahnya.

Massa aksi, menuntut Bawaslu untuk mengeluarkan keputusan diskualifikasi suara Paslon AGK-YA di Kecamatan Taliabu Barat serta melaporkan KPU Pulau Taliabu yang telah menghilangkan hak pilih masyarkat kepada DKKP. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut