Imingi Uang Rp 20 Ribu, Ibrahim Berhasil Cabuli Bocah Kelas 3 SD

  • Bagikan
Korban pencabulan, Bunga (tengah) saat dimintai keterangan oleh penyidik Unit PPA

LABUHA – Entah apa yang tersimpan dalam pikiran Ibrahim warga Desa Wayamiga Kecamatan Bacan Timur Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), sehingga nekat mencabuli  seorang bocah yang berusia 9 tahun dan tercatat sebagai siswa kelas 3 pada salah satu SD di Kecamatan Mandioli Selatan.

Dihadapan penyidik Unit PPA Reskrim Polsek Bacan Timur, korban Bungan (nama yang disamarkan) mencerikan kejadian yang dialaminya berlangsung Jumat (19/10) kemaring, pelaku Ibrahim mengiming-imingi dirinya uang Rp 20 ribu kemudian membanya di salah satu kebunnya yang tak jauh dari rumah tinggalnya di Desa Wayamiga. Saat tiba di kebun sekitar pukul 09.00 WIT, pelaku membuka baju dan celana korban, kemudian berhasil merenggut kesucian korban.

Setelah menyalurkan hasrat birahinya, pelaku Ibrahim mengajak korban pulang ke rumah pelaku untuk memberikan uang sebesar Rp 20 ribu yang dijanjikan sambil meminta korban untuk tidak menceritakan perbuatan bejat barusan dilakukan tehadapnya ke orang lain.

Bukanya sadar akan perbuatan terlarang itu, pelaku yang sudah berisitri ini, nafsu kembali memuncak dan sekira pukul 15.00 WIT kembali membawa korban ke tempat yang sama untuk kedua kalinya mencabuli korban. Sama seperti sebelumnya, usai mencabuli pelaku kembali ke rumah dan memberikan uang Rp 20 ribu kepada korban.

Korban kemudian langsung pulang ke rumahnya yang tidak jauh dari rumah pelaku. Setibanya di rumah korban Bungan menceritakan perbuatan pelaku kepada salah satu tantenya bernama Na.

Mendengar cerita Bunga, Na langsung marah dan menghubungi kakaknya bernama Ruslan untuk melaporkan kasus pencabulan ini ke Polsek Bacan Timur.

Ruslan saat mendengar informasi dari adiknya itu langsung datang ke rumah Na menjemput Bunga guna melaporkan kasus ini ke Polsek Bacan Timur, laporan diterima secara resmi sekitar pukul 09.00 WIT tadi dengan nomor STPL / 16/ /2018/ POLSEK Bacan Timur oleh anggota Polsek Bacan Timur bernama Hayatu Kasim.

Menurut Hayatu, kasus ini akan diproses sesuai hukum yang berlaku, dan hingga sekarang pelaku belum bisa diamankan karena pada saat petugas kepolisian dari Polsek Bacan Timur mendatangi rumah pelaku, hanya menemui istrinya. Sementara pelaku langsung melarikan diri setelah mendapat informasi perbuatan bejatnya sudah diketahui pihak keluarga korban.

“Istrinya memberitahu kalau pelaku sudah melarikam diri ke Ambon dengan melalui kapal Babang Ternate dan melanjutkan perjalanan lagi dengan menggunakan kapal Dorolonda Ternate-Ambon,” singkat Hayatu, Sabtu (20/10/2018). (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut