Massa AHM-RIVAI Kembali Desak Bawaslu Tuntaskan Money Politik AGK-YA

  • Bagikan
Aksi massa AHM-RIVAI di depan kantor Bawaslu Pulau Taliabu

BOBONG – Massa simpatisam dam pendukung calon Gubenur dan Wakil Gubernur Maluku Utara (Malut) Ahmad Hidayat Mus dan Rivai Umar (AHM-RIVAI) dan Pemuda Peduli Demokrasi Republik Indonesia (PPDRI), kembali menggelar aksi mendesak Bawaslu Pulau Taliabu segera menuntaskan pelanggaran Pemilu yang dilakukan Tim Relawan Paslon Abdul Ghani Kasuba dan M Al Yasin Ali (AGK-YA)di Pulau Taliabu.

Aksi yang kedua kalinya pasca Pleno Penetapan Rekapitulasi Hasil Pemungutan Suara Ulang (PSU) Kecamatan Taliabu Barat. Massa AHM-RIVAI mendesak Bawaslu menuntaskan semua laporan dugaan pelanggaran Pemilu oleh Tim Relawan AGK-YA di Pulau Taliabu.

Tim Relawan AHM-RIVAI, Arianto Samil mengatakan, laporan yang telah dimasukan oleh relawan Paslon no urut 1 yakni, money politik, penghilangan hak pemilih, bantuan pra pemilihan, DPT ganda dan menggunakan hak pilih orang lain.

“Mulai dari politik uang, bantuan, penghilangan hak pemili, mengunakan hak pilih orang lain,dan kasus yang lainnya itu tidak ada alasan bagi Bawaslu untuk mengatakan tidak memenuhi syarat, karena semua itu memiliki bukti,” ungka Arianto kepada KabarMalut di depan kantor Bawaslu Pulau Taliabu, Senin (22/10/2018).

Sejumlah laporan dugaan pelanggaran Pemilu telah disampaikan buktinya ke Bawaslu, dengan harapan Bawaslu sesuai kewenangannya segera memutuskan dan mendiskualifikasi Paslon AGK-YA yang dengan terang-terangan melakukan money politik.

“Ini adalah aksi lanjutan kami terkait dengan tuntutan pelanggaran AGK-YA. Kami meminta kepada Bawaslu Pulau Taliabu agar segera menuntaskan semua laporan yang telah dimasukan kepada  Bawaslu,” pintah Arianto.

Terpisah, Kadiv Hukum dan Penindakan Bawaslu Pulau Taliabu, Mohtar Tidore saat dikonfirmasi mengaku pihaknya tetap menindaklajuti semua temuan maupun laporan yang disampaikan tim AHM-RIVAI maupun warga.

“Saya sampaikan bahwa, Bawaslu Taliabu tetap akan memproses setiap laporan yang masuk, jika laporan ini memenuhi unsur, akan ditindak sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Sekarng ini kami dalam tahap mendalami dan mengumpulkan bukti-bukti,” ucap Mohtar di ruangan kerjanya.

Mohtar juga berharap agar semua pihak untuk bersabar menunggu hasil akhir dalam penanganan kasus ini. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut