Dilaporkan ke Kejari, Kadis Kesehatan: Saya Buka Data

  • Bagikan
Kepala Dinas Kesehatan Halsel, Akhmad Rajak

LABUHA – Kepala Dinas Kesehatan Halmahera Selatan (Halsel), Ahkmad Rajak secara resmi dilaporkan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Front Delik Anti Korupsi (FDAK) ke Kejaksaan Negeri Halsel terkait dugaan menggelapkan anggaran pengadaan handphone android yang rencananya akan diberikan kepada 30 Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) di wilayah Halsel.

Berdasarkan hasil penulusuran LSM FDAK, bahwa pada awal tahun 2018, Dinas Kesehatan menganggarkan kegiatan pengadaan barang dan jasa berupa pengadaan 30 unit handphone android yang rencananya diperuntukkan menunjang pelaporan terbuka kegiatan Puskesmas secara online diseluruh Puskesmas pada 30 Kecamatan di Halsel.

Namun pada kenyataannya, kegiatan pengadaan handphone android yang dianggarkan ratusan juta rupiah tersebut diduga digelapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan, Ahkmad Rajak. Sebab hingga saat ini, pihak PKM di 30 Kecamatan belum mendapatkan handphone android dari Dinas Kesehatan sehingga proses pelaporan kegiatan PKM masih menggunakan sistem pelaporan secara manual.

“Kami sudah laporkan dan diterima langsung Kepala Kejari Cristian Ratu Anik di ruang kerjanya,” ungkap Ketua Devisi Investigasi LSM FDAK,  Safrudin Ibrahim saat dikonfirmasi, Selasa (23/10/2018).

Laporan ini kata Safrudin, disampaikan oleh salah seorang Kepala PKM di Kecamatan Gane Barat yang enggan namanya dipublikasikan. Ia mengaku, pengadaan handphone android oleh Dinas Kesehatan yang rencananya diberikan kepada 30 PKM di Kabupaten Halsel.

“Tapi faktanya hingga saat ini dirinya tidak tahu dan bahkan handphone tersebut hingga kini belum diterima,” kata Safrudin.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan  Halsel, Akhmad Rajak saat dikonfirmasi membantah bawah dirinya menggelapakan anggaran yang berjumlah ratusa juta tersebut. Menurut Akhmad, pengadaan handphone itu merupakan program dari Kementerian Kesehatan, sehingga yang dapat bantuan handphone itu hanya PKM tertentu tidak semua PKM mendapatkan handphone tersebut.

“Besko saya buka data supaya semua tahu. Itu program dari pusat jadi tidak semua PKM dapat hanya PKM tertentu,” singkatnya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut