Akademisi Soroti Tersangka Pemalsuan Tanda Tangan APBD Morotai Berkeliaran Bebas

  • Bagikan
Tersangka pemalsuan tanda tangan APBD Pulau Morotai tahun 2018, Hiron Rahangkei (tengah) ketika mengikuti kegiatan Pesparawi di Maluku beberapa hari lalu

DARUBA – Penyidik Dit Reskrimum Polda Maluku Utara (Malut) menetapkan mantan Kabag Risalah DPRD Pulau Morotai, Hiron Rahangkei sebagai tersangka kasus dugaan pemalsuan tanda tangan APBD Morotai 2018. Meski menyandang status tersangka, Hiron kini berkeliaran bebas karena tidak ditahan.

Akademisi Universitas Pasifik (Unipas), Fandi Hi Latif menyoroti sikap Polda Malut yang tidak menahan tersangka dan menjadi sorotan publik terhadap kinerja Polda.

“Apa yang dilakukan Polda dengan tidak menahan tersangka kasus APBD, pasti membuat publik bertanya-tanya, sebenarnya ada apa sehingga Polda tidak menahan yang bersangkutan,” kata Fandi kepada wartawan, Senin (29/10/2018).

Fandi menjelaskan, jika seseorang sudah ditetapkan sebagai tersangka, maka dua status yang harus melekat pada dirinya, yakni ditahan atau dilepaskan sementara sebagai tahanan kota. Tersangka pemalsuan tanda tangan seharusnya ditahan, karena bepotensi menghilangkan barang bukti.

“Jika tersangka kasus pemalsuan tanda tangan APBD ini statusnya sebagai tahanan kota, maka yang bersangkutan tidak boleh keluar dari kota dimana dia ditetapkan sebagai tersangka yakni Kota Ternate. Namun yang terjadi dengan tersangka ini balik ke Morotai dan menjalankan tugas seperti biasanya, ini kan aneh,” tegasnya.

Untuk menjaga kepencayaan masyarakat terhadap Polda, Fandi meminta Polda segera mengambil langkah untuk menahan tersangka.

“Jika langkah ini tidak dilakukan Polda, saya pastikan masyarakat khususnya masyarakat Morotai tidak percaya lagi dengan independensi Polda,” timpal Fandi.

Selain itu, Fandi juga mengkritisi kebijakan Pemkada Pulau Morotai memberikan bantuan hukum terhadap tersangka. Kebijakan Pemda ini dinilai telah melanggar etika berokrasi dan aturan yang berlaku.

“Hiron ini kan hanya pegawai biasa, masa Pemda memberikan bantuan hukum kepadanya, loginya dimana,” cetus Fandi.

Informasinya yang dihimpun, tersangka Hiron tidak hanya berkeliaran di Morotai melainkan hingga keluar daerah Provinsi Malut. Hiron kini berada di Provinsi Maluku mengikuti kegiatan Pesparawi yang perjalanan dinasnya ditanggung oleh Pemda Morotai. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut