Pemuda dan Kepemimpinan Daerah

  • Whatsapp

Mulyadi S Awal

Mahasiswa S2, Fakultas Hukum UGM

Muat Lebih

 

Momentum Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada tanggal 28 Oktober 2018 merupakan tonggak sejarah dalam pergerakan kemerdekaan Indonesia.

Sumpah yang disampaikan menjadi penyemangat rasa persatuan dan kesatuan sekaligus menegaskan cita-cita luhur berdirinya negara Indonesia yaitu Tanah Air Indonesia, Bangsa Indonesia, dan Bahasa Indonesia. Kita mendirikan negara Republik Indonesia untuk maksud melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan social.

Dalam upaya mewujudkan cita-cita bangsa keberadaan pemuda juga diharapkan dapat menjadi karakteristik yang baik bagi Indonesia dan daerah pada khususnya. Selain itu, pemuda juga perlu dituntut untuk meningkatkan inovasi di berbagai bidang dan memperbaiki kekurangan-kekurangan atau kesalahan-kesalahan yang mungkin telah dilakukan oleh generasi pendahulunya. Dengan demikian, di masa depan keberadaan pemuda sebagai agen perubahan menjadi kenyataan dan dapat diandalkan.

Kaum muda dan perubahan adalah dua hal yang sulit dipisahkan sepanjang sejarah kehidupan manusia. Kaum muda adalah kelompok dimana idealisme masih tertanam kokoh. Kreativitas tumbuh tiada henti, spirit perubahan terawat subur dan orientasi hidup kepada nilai masih steril dari kepentingan pragmatis dan sesaat. Sebab kaum muda adalah generasi penerus yang dipersiapkan menjadi actor dalam perubahan.

Oleh karena itu, pemuda hari ini harus berpikir bagaimana mengisi kepemimpinan diberbagai level, baik politik, birokrasi dan pemerintahan yang ada di daerah. Kita meski bangkit dan jangan ada ketertinggalan dalam momen-momen strategis, kemudian menjemput peluang itu, banyak kemudian negeri ini diisi oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, sehingga arah dan orientasi daerah jadi bungkam dan tidak memiliki nilai sama sekali, keihlasan menjadi modal utama dalam spirit perjuangan, dan tentunya Muda Solutif dan Adil (MSA) adalah keingin kita semua.

Kehadiran kaum muda adalah untuk memberikan solusi dan menjawab keluh kesa dari masyarakat yang ada. Pemuda harus bersatu padu untuk melakukan pembaharuan, jika tidak maka kita akan terpinggirkan dan daerah kita kan dikuasia oleh orang-orang hanya memiliki kepentingan kelompok. Satu kata untuk pemuda ‘Bangkit dan rebut kekuasaan , masuki level dan ambil bagian untuk mengisi kepemimpinan daerah’. (*)

Pos terkait