Puluhan Ternak Ditembak TNI, Warga Sangowo Timur Mengadu ke Koramil Daruba

  • Bagikan
Warga bersama Kades Sangowo Timur, Ramli Djaguna saat bertemu dengan Danramil 1508-05/Daruba Mayor Inf Mulhaman

DARUBA – Sejumlah warga Desa Sangowo Timur, Kecamatan Mororai Timur, Kabupaten Pulau Morotai, sekira pukul 11.30 WIT mendatangi Koramil 1508-05/Daruba mengadukan tindakan oknum aparat TNI-AD, Pos Satgas Sangowo Timur yang menembaki puluhan ekor hewan ternak Sapi milik warga. Warga meminta agar dilakukan ganti rugi atas matinya hewan peliharaan mereka.

Warga menyesalkan tindakan oknum TNI-AD menembak hewan ternak yang berkeliaran bebas ini,  atas perintah Kepala Desa (Kades) Sangowo Timur, Ramli Djaguna sebagai alasan tindak lanjut dari Perda Pulau Morotai tentang Penertiban Hewan Ternak. Warga mengaku penertiban hewan ternak,  seharusnya TNI tidak boleh menembak hewan karena didalam Perda Penertiban Hewan Ternak tidak dibenarkan untuk dilakukan penembakan, cukup ditangkap dan pemilik hewan dikenai denda.

“Penembakan ini atas permintaan Kades Sangowo Timur, sehingga anggota Satgas TNI-AD Pos Sangowo melakukan penembakan terhadap hewan ternak masyarakat.  Kami meminta ada penyelesaian ganti rugi oleh Pemerintah Desa,” kata salah satu pendamping warga pemilik hewan ternak yang ditembak Taufik Sibua di hadapan Danramil 1508-05/Daruba, Mayor Inf Mulhaman dan Kades Ramli Djaguna, Senin (29/10/2018).

Warga menyerahkan pelibatan oknum TNI-AD dalam penertiban hewan ternak ke Koramil 1508-05/Daruba untuk ditindaklanjut.

“Kami meminta kepada Danramil 1508-05/Daruba agar memberikan himbauan kepada pihak Satgas TNI-AD  Pos Sangowo agar tidak lagi melakukan penembakan hewan ternak terutama sapi,” harap para warga.

Hewan ternak yang ditembak TNI-AD

Kades Sangowo Timur, Ramli Djaguna sendiri mengaku sebelumnya telah melakukan imbauan kepada warga untuk kandangkan hewan ternak mereka. Sebab, Sapi berkeliaran bebas dikeluhkan masyarakat petani, karena tanam mereka selalu gagal panen.

“Saya sudah sampaikan berulang kali kepada masyarakat untuk mengikat hewan ternak akan tetapi hewan ternak tidak pernah diikat, banyak masyarakat petani yang resah karena hewan ternak sapi berulang kali masuk ke kebun masyarakat dan merusak tanaman. Sehingga kami Pemerintah Desa mengambil tindakan tegas,” ungkap Ramli.

Tindakan tegas dilakukan Pemerintah Desa dengan melibatkan jajaran TNI-AD, karena selain merusakan tanaman warga, keberadaan hewan ternak Sapi juga mengotori kantor-kantor pemerintahan. Sapi yang ditembak dagingnya diserahkan kepada pemilik.

“Saya melakukan ini atas permintaan masyarakat juga bukan inisiatif saya sendiri. Dalam penertiban kami tidak pilih kasih, semua sapi yang tidak diikat tetap kami tertibkan. Kalau dari awal masyarakat mengindahkan instruksi Pemerintah Desa, mungkin tidak akan terjadi penembakan hewan ternak,” tegasnya.

Danramil 1508-05/Daruba, Mayor Inf Mulhaman berharap permasalah ini dapat diselesaikan secara baik -baik antara masyarakat dengan pemerintah desa, karena bukan hanya masyarakat pemilik sapi yang menjadi korban akan tetapi masyarakat petani di Sangowo Timur juga menjadi korban kelalaian pemilik sapi. Sehingga tanaman dan kebun masyarakat petani menjadi rusak dan ada yang gagal panen .

Adapun pemilik hewan ternak Sapi yang ditertibkan oleh Pemerintah Desa dan TNI-AD Satgas Pos Sangowo masing-masing Algajali Lohor (5 ekor), Jumar Ali kapal (1 ekor), Rahmat Gani (1 ekor), Supriadi Lohor (3 ekor), dan Surdiyani Naki (1 ekor). Bankai Sapi yang ditembak ini juga dibawa warga saat mengadu ke Koramil 1508-05/Daruba. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut