Curi Ikan di Malut, 17 Nelayan Asal Manado Dibekuk Polisi

  • Bagikan
Tim Patroli Dit Polair Polda Malut ketika mengamankan kapal nelayan asal Sulut

TERNATE – Tim Patroli Direktorat Polisi Perairan (Dit Polair) Polda Maluku Utara (Malut), membekuk 17 nelayan asal Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) karena kedapatan mencuri ikan di Malut. Penangkapan terjadi di perairan Weda, Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) Kamis (18/10) lalu.

“Kami terpaksa menahan nelayan asal Manado ini karena daerah penangkapan atau Fishing ground yang ada di Surat Izin Penangkapan Ikan ( SIPI ) yakni laut Sulawesi, sementara mereka melakukan penangkapan sampai di perairan Maluku Utara. Sehingga kami harus tangkap mereka karena melewati batas areal penangkapan sesuai SIPI dari Pemprov Sulut,” kata Dir Polair Polda Malut, Kombes Arif BW, kepada wartawan, Selasa (30/10/2018).

Arif menunturkan, setelah dilakukan penahanan ke 17 awak kapal KM Haleluya yang dinahkodai Yoksan Rajalahu, pihaknya masih melakukan penyelidikan.

“Sementara masih dilakukan pendalaman, serta akan kita koordinasi dengan pihak Pemprov Sulut terkait dengan izin mereka,” jelasnya.

Dikataka, untuk sementara barang bukti yang berhasil diamankan, berupa KM Haleluya, satu unit bundel dokumen KM Haleluya, satu unit radio merk icom, satu unit GPS merk Furuno dan satu paket cincin pelagis serta ikan jenis pelagis 600 kg.

“Sementara kapalnya kami tahan di pelabuhan Bastiong. KM Haleluya diduga melanggar pasal 6 ayat 2 huruf c dan d Junto pasal100 C Undang-Undang nomor 45 2009,” pungkasnya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut