Keroyok Warga, Oknum Perwira Polisi Bersama Istri Dilaporkan ke Polda

  • Bagikan
Korban pengeroyokan, Ayu saat melaporkan oknum perwira Polisi dan istrinya di Polda Malut

TERNATE – Seorang oknum perwira Polisi, dilaporkan ke Propam Polda Maluku Utara (Malut) atas dugaan kasus pengeroyokan. Perwira bernama Iptu Santoso, beserta istrinya Sinta Masita Takunag, dilaporkan seorang warga bernama Sri Rahayu Mokodompit alias Ayu yang menjadi korban pengeroyokan.

Kuasa Hukum Ayu, Ahmad Hamsa menyesalkan tindakan oknum Polisi  tersebut lantaran melakukan pengeroyokan dalam Kantor Polisi yakni Polsek Ternate Selatan. Sebagai aparat penegak hukum, semestinya menjadi pelindung dan pengayom masyarakat bukan melakukan tindakan melawan hukum.

“Tindakan pemukalan kapada klien saya Ayu ini, tidak dibenarkan. Apalagi pelaku memukul korban dalam kantor Polsek Ternate Selatan,” tegas Ahmad didampingi korban Ayu kepada sejumlah awak media, Selasa (30/10/2018).

Ahmad menceritakan kejadian pengeroyokan ini bermula, saat klienya Ayu dipanggil salah anggota Polsek Ternate Selatan untuk dimintai klarifikasi terkait masalah investasi yang dilaporkan istri Iptu Santoso, Sinta Masita Takunag. Awalnya anggota Polsek itu datang ke rumah Ayu dengan menjamin keamanan korban, alhasil korban pun ikut, namun sesampai ke Kantor Polsek, pelaku beserta istrinya sudah menunggu dan langsung melakukan pengeroyokan kepada korban. Korban merasa ketakutan sehingga lari keluar ke kantor meminta tolong karena para anggota Polsek membiarkan kejadian tersebut.

“Para anggota Polsek karena merasa Iptu Santoso itu perwira, sehingga mereka tidak berbuat apa-apa. Mereka membiarkan pelaku dan istrinya memukul korban hingga korban lari ketakutan keluar dari kantor sampai di jalan raya, tapi perwira itu masih tetap memukul korban,” ungkap Ahmad.

Tindakan tidak bermoral sebagai aparat hukum ini, Ahmad bersama klienya langsung melakukan visum serta melaporkan pelaku bersama istrinya ke Propam Polda Malut karena melanggar pasal 351 KHUPidana.

“Kalau oknum Polisi semacam itu malakukan hal-hal melawan hukum sendiri, kepada siapa lagi masyarakat harus berlindung. Adanya kasus ini kami minta pihak Polda harus memproses perbuatan pelaku bersama istrinya,”  desak Ahmad.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Malut, AKBP Hendry Badar saat dikonfirmasi pihaknya tidak akan melindungi oknum yang melanggar hukum. Jika sudah dilaporkan, penyidik Propam pastinya akan menindak lanjut sesuai aturan yang berlaku.

“Kasus ini jika di laporkan kami akan tindak lanjuti sesuai hukum yang berlaku,” singkat Hendry. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut