Diduga Nistakan Agama di Medsos, Empat OKP Polisikan Reslon Loha

Redaksi
Sekertaris BKPMRI Halteng, Tasrif Usman saat mrnyerahkan laporan di Polres Halteng yang diterima anggota Reskrim

WEDA – Empat Organisasi Kemasyarakat Pemuda (OKP) yakni KNPI, GP ANSOR, KAHMI dan BKPRMI Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) melaporkan akun facebook atas nama Relson Loha ke Polres Halteng atas dugaan penistaan agama melalui media social (Medos).

Dalam postikan akun Relson Loha, menuliskan perkataan yang memancing kemarahan ummat Islam karena menyinggung larangan agama untuk tidak mengkonsumsi hewan babi.

“Terkait dengan pernyataan ini empat elemen ormas ini menilai Relson Loha telah membuka ruang konflik atas sesama ummat dan ini juga sebagai profokator antar ummat,” kata Sekertaris BKPRMI Halteng, Tasrif Usman kepada KabarMalut saat ditemui di Mapolres Halteng, Senin (5/11/2018).

Tasrif menegaskan kepada pihak kepolisian agar bertindak tegas kepada Relson Loha yang diduga melakukan penistaan agama.

Dimana kata Tasrif bahwa pernyatan Relson Loha ini memang benar-benar sudah melampaui batas kewajaran, oleh karena itu harus diproses secara hukum.

Tasrif juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Halteng agar jangan terprovokasi dengan pernyataan Relson Loha.

“Kita cukup laporlan masalah ini ke pihak kepolisian, untuk diproses sesuai dengan undang-undang yang berlaku, jangan kita terpancing dengan pernyatan itu,” kata Tasrif.

Dia berharap masyarakat Halteng tetap menjaga kerukunan beragama, persaudaran dan menjalin hubungan silaturahmi dengan baik sesuai dengan nilai Fagogoru yang diidam-idamkan selama ini. (Ajo)

Hak Cipta KabarMalut