MUI dan GMIH Halteng Minta Polisi Cepat Tahan Pelaku Penistaan Agama

  • Bagikan
Foto bersama Kapolres Halteng, AKBP Andri Hariyanto dengan sejumlah toko agama dan organisasi pemuda usai rapat bersama membahas dugaan penistaan agama di Medsos

WEDA – Untuk mencegah dan menjaga agar tidak terjadi gesekan antara sesama ummat beragama, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Gereja Masehi Injili di Halmahera (GMIH) Halmahera Tengah (Halteng) mendesak Polisi segera menahan pelaku dugaan penistaan agama di media sosial (Medsos) yang dilakukan Relson Loha.

MUI Halteng menilai persoalan yang diduga dilakukan Reslon Loha di Medsos sangat sensitif jika tidak cepat tanggapi. Apalagi telah mengaitkan dengan akidah kaum tertentu, yang tidak bisa ditawar.

“Kami dari MUI dan Nahdatul Ulama merasa terpukul sekali dengan masalah ini,” kata salah satu perwakilan MUI Halteng, Sahdan Senen kepada wartawan, Selasa (6/11/2018).

MUI menyerahkan sepenuhnya kepada kepolisian Polres Halteng untuk mengusut dan segera menangkap pelaku penistaan agama. Selain itu, Polisi juga menyampaikan ke publik telah menangani persoalan ini telah diselidiki serta masyarakat tidak terpancing dengan isu yang tak bertanggung jawab.

“Karena daerah kita daerah hukum, maka kita jangan terpancing dengan isu-isu yang tidak benar yang dapat membuat umat beragama terpecah belah karena permasalahan ini. Saya harap agar wartawan/media bisa secepatnya membuat berita, agar bisa dilihat oleh masyarakat,” harapnya.

Sementara Korwil GMIH Halteng, Pendeta Marten Boroto mengatakan dengan adanya masalah ini pihaknya  telah meminta arahan dari tingkat Sinode.

“Bahwa isu ini mereka sudah dengar dan kami diberikan petunjuk atau arahan yakni diminta kepada pihak yang berwajib dilakukan secara aturan hukum,” katanya.

Menurutnya, jika tindakan Relson salah maka diserahkan ke pihak kepolisian agar ditindak secara hukum. Namun sebelumnya GMIH memohon untuk dilakukan pendekatan persuasif kepada keluarga.

“Kami minta agar pihak kepolisian menahan tersangka, apabila dia bersalah agar tidak terjadi apa-apa. Kita harus bersikap secara arif dan bijak sehingga bisa menangkal masalah ini. Kita juga harus mencegah pihak ketiga yang akan mencoba merusak hubungan ummat beragama,” tegasnya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut