Mabuk, Seorang Warga Sidanga Tewas Gantung Diri

  • Bagikan
Tim Inafis Reskrim Polres Halteng saat mengidentifikasi korban gantung diri

WEDA – Akibat sudah dipengaruhi minuman keras (Miras), seorang warga Desa Sidanga Kecamatan Weda, Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) bernama Alfion Rube (27), mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri usai mengkonsumsi Miras.

Menurut saksi Antonita Lalatang (39)  yang tidak lain tante korban mengatakan, sebelumnya korban Alfion datang ke rumahnya sekira pukul 01:00 WIT dini hari tadi, mengetuk pintu dan meminta dibukan pintu. Korban pun diminta masuk dan tidur di samping salah satu anaknya bernama Crisinta Loha.

“Dia (korban) ketuk pinta dan berkata tolong buka pintu kita mau masuk, terus tanya kamu siapa. Dia jawab saya Fion, terus saya buka pintu, setelah itu dia masuk kemudian tidur di samping anak saya Crisinta Loha,” ungkap  Antonita Lalatang kepada KabarMalut, Rabu (7/11/2018).

Korban sempat berkata kepada Antonita  dengan ekspresi tertawa bahwa hendak gantung diri. Selanjutnya korban langsung pergi dari rumah dan bergegas keluar menuju rumah sebelah untuk mengambil tali jemuran, namun saksi Antonita yang melihat korban langsung mencegatnya.

“Dia bilang malam ini saya akan gantung diri,” turu Antonita meniru ucapan korban.

“Saya bilang jangan ngana (kamu) bikin bagitu karena ngana so mabuk jadi pulang sudah la tidur,” jelasnya.

Setelah dilerai, korban pun pergi dan saksi masuk ke dalam rumah. Sekitar 10 menit kemudian, saksi (Crisinta Loha) anak dari saksi Antonota melihat korban berjalan melewati depan rumah membawa tali dan saksi langsung keluar dan memanggil  Ridho.

Setelah itu saksi langsung balik ke rumah, pada saat mau kembali ke rumah saksi melihat korban sudah gantung diri di sebuah pohon, Crisinta bergegas pulang ke rumah mengambil parang dan balik ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk menyelamatkan korban.  Namun sayang nyawa korban sudah tidak tertolong lagi.

Crisinta lalu memotong tali yang  digunakan korban dan langsung berteriak meminta tolong kepada warga.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Halteng Iptu Anthonio Effan Sulaiman dikonfirmasi membenarkan kasus  gantung diri di Sidanga itu. Setelah mendapat laporan dari warga, anggota Inafis Reskrim menuju ke TKP untuk melakukan olah TKP dan meminta keterangan saksi.

“Dari hasil olah TKP terhadap korban gantung diri, bahwa kakinya menyentuh tanah karena tinggi pohon hanya 3 meter dari tanah dan lidah menjulur ke luar serta terdapat tanda lilitan tali di leher korban. Petugas Inavis Reskrim Halteng tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain, kemudian keluarga korban menolak untuk diotopsi karena korban murni gantung diri dan keluarga telah membuat surat pernyataan yang disaksikan oleh pihak kepolisian serta aparat desa,” kata Anthonio.

Jasad korban selanjutnya dibawah oleh keluarga ke Desa Doro Kabupaten Halmahera Utara (Halut) untuk dimakamkan. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut