Berkas Kasus Penikaman Anggota TNI Tahap I

  • Bagikan
Kabid Humas Polda Malut, AKBP Hendy Badar

TERNATE – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Malut akhirnya menyerahkan berkas tahap I kasus penikaman anggota TNI-AD Sertu Achmad Affandi (24) dengan tersangka La Bota (26) ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Malut.

“Penyidik resmi menyerahkan tahap satu ke JPU pada hari Rabu (7/11), sehingga berkas ini sudah ditangan jaksa yang diterima secara formal dan diteliti. Apakah nanti ada perubahan atau tambahan baik itu meteril maupun formil akan di P18,” ujar Kabid Humas Polda Malut AKBP Hendry Badar kepada KabarMalut, Kamis (8/11/2018).

Ia menuturkan, jika nantinya berkasnya di P18 maka akan ada petunjuk jaksa, namun apabila jaksa berpendapat bahwa sudah lengkap bisa diajukan ke pengadilan maka akan P21. Atas dasar P21 ini sambung Hendry, maka penyidik melalui Dit Reskrimum Polda Malut segera mungkin dalam waktu 14 hari menyerahkan tersangka dengan barang bukti ke JPU untuk ditindaklanjuti di persidangan.

“Perampungan berkas saat olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) waktu lalu. Baik itu saksi-saksi maupun tambahan bukti lain,” pungkas Hendry.

Sekedar diketahui, kasus penikaman anggota TNI-AD Sertu Achmad dengan tersangka La Bota ini terjadi 7 November 2018 dengan TKP di Desa Gela, Kecamatan Taliabu Barat, Kabupetan Pulau Taliabu.

Bermula saat acara pesta ronggeng yang dilakukan La Riko salah satu warga Gela, demi menjaga keamanan acara nikahan tersebut, Lariko kemudian meminta Sertu Achmad Affandi yang juga selaku Komandan Pos Gela bersama 4 anggotanya untuk membantu pengamanan. Awalnya pesta syukuran tersebut berjalan lancar namun sekira pukul 23.30 tiba-tiba terjadi keributan di lokasi pesta yang dilakukan oleh pelaku La Bota.

La Bota diduga  mabuk berat ternyata sudah memiliki niat untuk membunuh. Sebab dia menyimpan pisau saat hendak menuju lokasi acara.  Sementara korban yang saat itu melakukan pengamanan di luar tenda langsung berbegas masuk ke dalam dengan maksud mengamankan La Bota yang terus membuat onar sehingga dikeroyok oleh masyarakat.

Korban kemudian memeluk La Bota untuk menghindari amukan masyarakat dengan cara memeluknya. Saat itu, pelaku langsung mengeluarkan pisau badik dan langsung menikam perut korban sebanyak satu kali dan di bawah perut satu kali sehingga korban langsung jatuh tersungkur, pelaku langsung melarikan diri. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut