Komunitas Jurkham Malut Gelar Aksi Terkait Peganiayaan Salah Satu Wartawan

  • Bagikan
Komunitas Jurkham saat menggelar aksi di depan kantor Polres Ternate

TERNATE – Komunitas Jurnalis Hukum dan Kriminal (Jurkham) Maluku Utara (Malut) menggelar aksi di depan kantor Polres Ternate sebagai bentuk dukungan kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas tindakan kekerasan atau penganiayaan yang dilakukan oleh salah satu massa aksi pendukung Ahmda Hidayat Mus dan Rivai Umar (AHM-RIVAI) terhadap salah satu wartawan media Malut Post, saat melakukan peliputan unjuk rasa di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Maluku Utara, Senin (12/11).

Koordinator Lapangan (Korlap), Sahmar M Zen mengatakan tindakan kekerasan serta dugaan penganiayaan yang dilakukan massa pendukung AHM-Rivai telah mencederai pilar demokrasi. Tindakan itu juga dianggap telah membungkam kebebasan pers yang dilindungi oleh Undang Undang.

“Tekanan dan tindakan kekerasan terhadap jurnalis akan menghalangi hak publik untuk memperoleh berita yang akurat dan benar, karena jurnalis tidak bisa bekerja dengan leluasa di lapangan. Padahal jurnalis bekerja untuk kepentingan public,” kata Sahmar dalam orasinya, Selasa (13/11/2018).

Ia menambahkan, tindakan intimidasi dan kekerasan terhadap jurnalis yang sedang melakukan kegiatan jurnalistik bertentangan dengan Undang-Undang Pers nomor 40 tahun 1999. Tindakan tersebut jelas melawan hukum dan mengancam kebebasan pers.

Pria yang akrab disapa Ebams itu mendesak agar pihak kepolisian Polres Ternate serius dalam mengusut perbuatan pidana tersebut.

“Ini bukan pertama kalinya tindakan kekerasan dan penganiayaan dialami oleh wartawan. Kami minta kasus ini diproses sesuai prosedur yang berlaku agar menjadi pembelajaran terhadap orang lain yang selalu main hakim sendiri,” desaknya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut