Dilidik Kejari, Inspektorat Hasel Lambatkan Empat LHP DD

  • Bagikan
Kepala Kejari Halsel, Cristian Charel Ratuanik

LABUHA – Kejaksaan Negeri (Kejari) Halmahera Selatan (Halsel), telah menyelidiki empat kasus dugaan korupsi penyalanggunaan Dana Desa (DD) tahun 2017. Keempat desa tersebut yakni Desa Bisui, Kawasi, Bobo dan Desa Doro.

Kepala Kejari Halsel, Cristian Charel Ratuanik mengaku penyelidikan DD pada empat desa telah dilakukan. Namun beberapa hari terakhir, proses pemeriksaan dihentikan sementara sambil menunggu hasil Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dari Inspektorat Halsel yang terkesan lambat disampaikan Ispektorat.

“Saya minta LHP 2017 dan saya sudah by phone dengan Kepala Inspektorat Slamet Ak dan Kepala Inspektorat menyambut baik dan segera akan dikirim. Kapan pengerimannya, kami belum tahu,” kata Cristian CR ketik dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu (14/11/2018).

Cristian mengatakan, pihaknya masih menunggu LHP sebelum menindak lanjut dugaan penyalahgunaan DD di empat desa tersebut. Karena prosedurnya harus berkoordinasi dengan pengawasan setempat.

“Sudah dua minggu kami tunggu LHP dari Inspektorat tapi sampai sekarang belum masukan,” ucapnya.

Disentil, jika pihak Inspektorat lambat menyampaikan LHP, Cristian menegaskan  pihaknya bakal turun langsung menjemput LHP dimaksud ke pihak Inspektorat.

“Kami akan jemput bola. Saya datang langsung karena ini penting sekali dan waktunya mepet sekali,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Inspektorat Halsel, Slamet Ak dikonfirmasi mengaku berkas LHP yang diminta Kejari sudah lengkap dan dalam waktu dekat diserahkan ke Kejari. Namun dari empat desa yang diminta, Slamat mengaku satu desa yakni Desa Bobo LHP belum lengkap.

“Saya sementara di luar daerah, berkas saya sudah tandatangan semua dan dalam waktu dekat diserhakan. Untuk Desa Bobo belum diperiksa pada saat tim saya turun masih ombak,” tutup Slamet Ak. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut