Bupati Morotai Tuding Aksi ASN Ditunggangi Politisasi

  • Bagikan
Bupati Pulau Morotai, Benny Laos

DARUBA – Aksi unjuk rasa yang dilakukan sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Morotai memprotes kebijakan Bupati Benny Laos memberikan punishment (hukuman) dengan memutasi sejumlah ASN, dinilai ditungganggi politisasi.

Bupati Benny Laos mengaku aksi ASN diduga ada segelintir orang yang menunggangi sehingga terkadang dipolitisasi. Apalagi kini momentum politik sehingga dimanfaatkan politisi.

“Ada segelintir orang  tunggangi untuk ranah politik. Ini kan tahun politik jadi terkadang dipolitisasi,” kata Benny kepada KabarMalut, Selasa (20/11/2018).

Benny menjelaskan, mutasi terhadap ASN sudah sesuai dengan aturan perundang-undang, hal tersebut sabagai sebuah hukuman terhadap ASN yang malas dan tidak melaksanakan tugas sebagai pelayan masyarakat.

“Sudah ditegur berulang kali tapi tidak  mau berubah. Jadi sebuah proses perubahan yang dialami, dulu tidak kerja tidak ada sanksi, tapi sekarang ada sanksi,” kata Benny.

Pemkab Pulau Morotai telah mengubah kebiasan lama di birokrasi dengan full program ke masyarakat dan memangkas anggaran di setiap SKPD yang tidak pro rakyat.

“Ini kan sebuah proses perubahan pola lama ke pola baru, dulu boros anggaran ke ASN, sekarang berpindah ke rakyat,” tegasnya.

Selain itu, kesejahteraan ASN Pulau Morotai kini bisa dikategorikan paling tertinggi di Maluku Utara,  semua ASN mendapatkan tunjangan kinerja, tunjangan transportasi, tunjangan perumahan, tetapi masih juga menginginkan  honor   SPPD  naik dan ATK. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut