ASN Morotai Tuntut Benny Laos Mundur Dari Jabatan Bupati

  • Bagikan
Berkeliling Kota Daruba, massa aksi menuntut Bupati Pulau Morotai, Benny Laos mundur dari jabatan

DARUBA – Koalisi Masyarakat Morotai Bersatu (KMMB) dan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Pulau Morotai kembali gelar aksi unjuk rasa, protes kebijakan Bupati Benny Laos yang dinilai semena-mena. Dengan mengelilingi Kota Daruba, massa mendesak Bupati Benny segera mundur dari jabatanya karena dinilai tidak layak menjadi seorang pemimpin.

Koordinator Aksi, Mujril Hi Dayan dalam orasinya menyampaikan aksi ini akan berlanjut sampai Bupati Benny Laos mundur dari jabatan. Massa aksi yang didominasi para ASN ini mengancam bakal memboikot seluruh aktifitas pemerintahan dan tidak melaksanakan pelayanan.

“Kami akan melakukan pemboikotan massal semua aktifitas kantor kami akan lumpuhkan. Kami akan turun dari 88 desa untuk menyampaikan tuntutan Bupati Benny Laos harus undur dari jabatan,” teriak Mujril, Rabu (21/11/2018).

Sementara salah satu tokoh masyatakat, Hassanudin Seba yang juga ikut serta dalam aksi unjuk rasa tersebut mengajak masyarakat Pulau Morotai mengusir Benny Loas dari wilayah kekuasaannya. Dirinya menilai kepemimpinan Bupati Benny bukannya memsejahterakan rakyat namun yang terjadi sebaliknya.

“Kita harus mengusir dari bumi Morotai jeritan ini kita tidak boleh abaikan, dia (Benny Laos) telah menindas semua rakyat Pulau Morotai dan ASN. Kami hanya menuntut keadilan yang ada di Pulau Morotai soal keadilan dan monopoli di Kabupaten Pulau Morotai ini, Kepala-kepala desa mati suri, tugas dan wewenang kepala desa telah dirampas,” tegasnya.

Hassanudi mengatakan, Bupati Benny  hanya memperkaya diri sendiri, bahwa lahan yang dibeli Benny Laos dan tidak menggunakan namanya sendiri akan tetapi menggunakan nama kroni-kroni dengan niat ingin menguasai Morotai.

Senada, Tokoh Pemuda Morotai, Taufik Sibua menegaskan kepemimpinannya Bupati Benny, Pulau Morotai hancur. Hal dikarenakan semua yang ada di Morotai dikelola dan dikuasai oleh keluarga bupati.

“Secara tidak langsung sekeluarga ingin menguasai Morotai. Inilah saatnya masyarakat harus sadar dan kita harus lawan rejimnya Benny Laos itu sendirian,” tandasnya.

Taufik mengajak kepada semua masyarakat Pulau Morotai untuk bersama-sama melawan rejimnya Benny Laos. Karena baginya Morotai sudah dikuasai oleh kapitalisme para pemodal. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut