Bupati Kepsul Minta SKPD Terkait Atasi Anjloknya Harga Kopra

  • Bagikan
Bupati Kepsul, Hendrata Thes menggelar rapat dengan SKPD terkait bahas persoalan petani Kopra

SANANA – Petani kopra tercekik leher, begitu kiranya ungkapan atas realitas yang dialami para petani kopra di seluruh wilayah  Maluku Utara (Malut) tidak terkecuali Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul). Kopra yang dibeli dengan harga murah, membuat petani dipastikan tidak menikmati jerih payah mereka sehingga wajar anak petani kopra (Mahasiwa) menggelar aksi turun jalan seperti di Kota Ternate beberapa hari lalu.

Bupati Kepsul, Hendrata Thes menggelar rapat dengan beberapa pimpinan SKDP terkait untuk segera mengatasi terus anjloknya harga kopra. Pemkab Kepsul sangat serius menanggapi anjloknya harga kopra yang sangat memprihatinkan ini.

“Saya sudah mengundang SKPD terkait untuk membahas anjloknya harga kopra demi menyelamatkan petani kopra dari ketimpangan ekonomi,” kata Hendrata kepada wartawan, usai rapat di ruang kerjanya Rabu (21/11/2018).

Rapat dihadiri Kadis Ketahanan Pangan, Kepala BAPPEDA, Kepala Disperindagkop serta dinas terkait lainnya, bupati didampingi Sekda dan Asisiten I meminta agar semua SKPD terkait merumuskan langka-langkah kongkrit atas upaya mengantisipasi ketimpangan ekonomi yang dialami petani kopra di Kepsul. Harga kopra kini anjlok hingga Rp 150.000 per 100 Kg, hal ini berbedah jauh  tahun sebelumnya yang mencapai Rp 750.000 per 100 Kg.

“Saya sudah perintahkan dinas terkait untuk merumuskan langkah kongkrit dalam menjawab persoalan petani kopra, kita akan lanjutkan rapat besok,” tutupnya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut