Lempar Polisi, 9 Mahasiswa Diamankan

  • Bagikan
Polisi saat membubarkan massa aksi

TERNATE – Aksi mahasiswa menuntut kenaikan harga kopra berakhir ricu, aparat kepolisian membubarkan paksa massa aksi karena mengganggu ketertiban umum di sekitar Kelurahan Akehuda Kecamatan Ternate Utara, sekira pukul 16.30 WIT, Kamsi (22/11/2018).

Kapolres Ternate, AKBP Azahari Juanda mengatakan, awalnya aksi berlangsung aman dan tertib, namun tiba-tiba anggota Dalmas mengamankan jalannya aksi, dilempari batu yang cukup banyak. Aparat kepolisiaan langsung mengambil tindakan tegas membubarkan massa aksi.

“Massa aksi melakukan pelemparan, dari pihak kepolisian langsung melakukan tindakan yang tegas dengan menyeprotkan gas air mata kepada massa aksi,” kata Azahari.

Dalam peleparan tersebut lanjut Azahari, pihaknya tetap melakukan pertahanan dengan berlindung di balik mobil Water Canon, namun massa tidak berhenti melakukan pelempara. Petugas kepolisian pun mengambil tindakan yang tegas dengan menggunakan pembubaran gas air mata.

“Setelah melakukan ricu kami langsung amankan massa aksi sebanyak 9 orang karena diduga melakukan pelemparan kepada petugas dengan batu dan katapel, barang bukti tersebut sudah kami amankan,” ucapnya.

Lebih lanjut kata Azahari, massa aksi tersebut hendak menerbos Bandara Sultan Babullah Ternate yang merupakan fasilitas pelayanan publik. Pengamanan di bandara lebih perketat agar tidak bisa diterobos. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut