Merasa Difitnah, Kades Belang-Belang Gelar Rapat Penyampaian LPJ Secara Terbuka

  • Bagikan
Rapat Penyampaian LPJ DD secara terbuka oleh Kepala Desa Belang-Belang, Suami Yunus (ketiga dari kiri) bersama BPD, Bhabinkambtubnas, Brigpol Rahman Suhaem serta Imam

LABUHA – Untuk membuktikan penggunaan Dana Desa (DD) secara transparansi, Pemerintah Desa (Pemdes) Belang-Belang Kecamatan Bacan menggelar rapat Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) penggunaan DD tahun anggaran 2017 dan 2018 di hadapan masyarakat Desa Belang-Belang.

Rapat yang dipusatkan di Balai Pojok Baca Selasa (20/11) malam sekira pukul 20:00 WIT hingga selesai itu, dihadir langsung Bhabinkamtibmas, Brigpol Rahman Suhaem, BPD dan unsur Pemuda serta Imam dan Badan Sarah Desa Belang-Belang.

Kepala Desa Belang-Belang, Suaib Yunus menjelaskan LPJ DD dilakukan secara terbuka kepada masyarakat dengan cara atau model pertanggung jawaban seluruh dokumen perencanaan dan LPJ tahun 2017 dan anggaran tahun 2018 yang sementara berjalan.

“Semuanya dibacakan item per item kegiatannya dan rincian anggaran yang terpakai baik yang bersumber dari ADD maupun DD berdasarkan dokumentasi dan bukti penerima manfaat,” tutur Kades Suaib kepada KabarMalut, Rabu (21/11/2018).

Sambung Suaib, rapat secara terbuka ini dilakukan karena awalnya ada oknum tertentu yang sengaja memfitnah dirinya di desa dengan mengatasnamakan masyarakat untuk melaporkan Kades kepada Bhabinkamtibmas Desa Belang-Belang terkait ada dugaan penyalahgunaan DD.

Setelah kata Suaib, mendengar laporan tersebut Bhabinkamtibmas pun mendesak kepada Pemdes untuk segera melakukan rapat umum bersama BPD dan masyarakat untuk mempertanggung jawabkan dugaan tersebut.

“Dalam sambutannya Bhabinkamtibmas menyampaikan masyarakat harus membaca baliho transparansi kegiatan yang telah dipampang oleh Pemerintah Desa, sehingga kita semua mengawal proses pelaksanaan dana desa,” ujar Suaib meniru perkataan Bhabinkamtibnas, Brigpol Rahman Suhaem.

Lanjut Suaib, dalam rapat itu terungkap ada tiga oknum yang sengaja mengatasnamakan masyarakat membuat daftar nama warga sebanyak 26 orang berdasarkan tanda tangan yang direkayasa. Hal ini disampaikan oleh warga yang namanya tercantum dalam daftar hadir tersebut.

“Menurut mereka haknya sudah diterima dan itu ada bukti foto serta bukti lainnya. Mereka menyesalkan sikap oknum warga tersebu yang mengatas namakan nama mereka,” ucapnya.

Lebih lanjut ujar Suaib, nama warga yang dicatut oleh oknum warga tersebut diantar, Rusmini Armain, Astuti Ahmad dan anggota Kader Posyandu.  Selain itu, ada beberapa warga yang namanya masuk dalam daftar itu medesak kepada dirinya untuk melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian, karena nama mereka ada dalam daftar hadir tersebut diantranya, Hadi Usman Tamrin Muhammad, Awal Hi Mukadas, Samsul Minggu.

“Mereka ngotot, tapi sebagai kepala desa saya akan menyelesaikan masalah ini di tingkat desa,” pungkas Suaib. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut