Pemprov Janji Pekan Depan Naikkan Harga Kopra dan Beri Subsidi Anak Petani

  • Bagikan
Sekda Malut, Muabdin Hi Radjab di hadapan massa aksi

TERNATE – Tuntutan ribuan mahasiswa di Kota Ternate adanya intervensi pemerintah untuk mengatasi anjloknya harga kopra, direspon Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara (Malut). Sekda Malut, Muabdin Hi Radjab menemui massa aksi di depan kediaman Gubernur Malut di Kelurahan Kalumpang dan menjanjikan akan menaikkan harga komuditi kopra mulai Senin pekan depan.

Muabdin yang didampingi Kadis Pangan Malut, Saiful Turuy ditemui usai aksi mengaku, Pemprov telah mengambil langkah cepat dengan membentuk Tim Terpadu terkait anjloknya harga kopra di Malut.

“Pemerintah Provinsi sudah mengambil langkah sebelumnya. Dimana, membentuk Tim Terpadu dalam rangka anjloknya turunnya harga komoditi kopra,” kata Muabdin kepada wartawan, Kamis (22/11/2018).

Tim Terpadu kata Sekda, memiliki tiga tugas penting dalam jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Jangka pendek, terdapat beberpa poin pertama adalah menaikkan harga kopra yang dipastikan mulai diberlakukan Senin (26/11) pecan dean.

“Karena sekarang ini Pemprov masih melakukan pengcekan selisih harga di Manado Provinsi Sulawesi Utara dan Surabaya Provinsi Jawa Timur, selih harganya berapa persen,” jelasnya.

Dia juga menambhkan, anjlok harga kopra sudah tentu bakal mempengaruhi pembiayaan anak-anak para petani yang kini menuntut ilmu di perguruan tinggi. Pemprov bakal mendata jumlah anak petani kelapa yang sedang studi dan memberikan bantuan berupa subsidi selama satu semester.

“Pemerintah mengintervensi melakukan pendataan mahasiswa yang melanjutkan studi pendidikan di seluruh kampus di Ternate yang orang tuanya petani akan disubsidikan semester pertama,” janjinya.

Pemprov bakal menyedikan 10 mobil truk untuk menampung kopra masyarakat di 10 kabupaten/kota. Tahun kemarin pasar terjadi fluktuatif, namun dalam minggu ini merosot turun, untuk itu selaku pemerintah berjanji akan manaikan harga komoditi kopra.

“Jika hal itu dilakukan maka terlebih dahulu memastikan gudang-gudang kopra yang ada di provinsi Maluku Utara itu dimana,”katanya

Selain itu, Pemprov juga bakal melobi investor untuk menangani kopra di Malut, rencana ini masuk pada jangka panjang. Sehingga kedepan tidak hanya kopra yang menghasilkan uang, tetapi sabut kepala juga diolah sehingga menghasilkan uang.

Meski menjanjikan kenaikkan harga kopra, Sekda Muabdin sendiri belum mau memaparkan secara terperinci angka yang ditetapkan. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut