Bupati Aliong Minta CPNS Capai Nilai Kumulatif SKD 220 Terus Belajar

  • Bagikan
Kabag Humas dan Protokoler Setda Pulau Taliabu, Abd Kadir Nur Ali

BOBONG – Pemerintah resmi telah mengeluarkan aturan terkait sistem perengkingan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018. Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri (Permen) PAN dan RB nomor 61 tahun 2018, Tentang Optimalisasi Pemenuhan Kebutuhan/Formasi PNS dalam Seleksi CPNS tahun 2018

Dalam aturan tersebut terdapat aturan pada pasal 3 poin a sampai d nilai kumulatif SKD paling rendah 255 dan di pasal itu juga pada huruf e sampai g  nilai kumulatif SKD paling rendah 220 untuk daerah Papua dan formasi medis dan tenaga guru.

Dengan aturan baru ini, Bupati Pulau Taliabu Aliong Mus, melalui Kabag Humas dan Protokoler Setda Pulau Taliabu Abd Kadir Nur Ali, meminta kepada para putra-putri daerah yang masuk dalam nilai kumulatif SKD paling rendah 220 untuk tetap semangat dan belajar agar bisa bersaing.

“Bupati minta agar tetap belajar dan Bupati tetap masih meminta keringan terhadap Menpan-RB,” kata Kadir kepada waratwan, Kamis (22/11/2018).

Bahkan, Bupati Pulau Taliabu berencana akan mendatangi lagi kantor Menteri PAP-RB untuk mengajukan beberapa permintaan. Karena, Pulau Taliabu masih memerlukan ASN yang begitu banyak.

“Rencana bupati masih akan mendatangi Menpan-RB sebelum kembali ke Taliabu,” tuturnya.

Ketika ditanya terkait dengan polemik lokasi tes, Abd Kadir mengaku kalau Bupati telah memerintah Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur (BKPSDMA) Pulau Taliabu, Danial Hamid, bahwa apapun yang terjadi tes ulang harus berlangsung di Pulau Taliabu.

“Bupati minta tes di Pulau Taliabu bukan di luar Pulau Taliabu,” jelasnya.

Bahkan dirinya mengaku, adanya usulan tes akan berlangsung di Kota Ternate, namun usulan itu tidak bisa diakomodir oleh bupati, karena Bupati menginginkan tes tetap berlangsung di Pulau Taliabu terbuka dan transparansi. Selain itu juga, menyangkut anggaran bagi peserta akan membengkak bila tes di luar daerah.

“Bupati pertanyakan kenapa harus ada tes di luar daerah, Pulau Taliabu juga mampu melaksanakan tes CPNSD dan bisa menghasilkan lulusan, kendati tidak seperti yang diharapkan,” ungkapnya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut