Pekerjaan Proyek Asal Jadi, Warga Minta Bupati Halteng Evaluasi Kontraktor

  • Bagikan
MCK dan ruang ganti belum miliki pintu

WEDA – Pekerjaan proyek fasilitas penunjang wisata Batu Lubang Gua Boki Maruru, Desa Sagea kecamatan Weda Utara oleh dua kontraktor CV Andalas Group dan CV Loiva dengan menggunakan sumber anggaran dari DAK tahun 2018, dikerjakan asal jadi. Warga meminta Bupati Halteng Edi Langkara segera mengevaluasi kedua kontraktor mengerjakan proyek asal-asalan ini.

Salah satu warga Desa Sagea Fitri, mengungkapkan proyek milik Dinas Kebudaan dan Parawisata Halteng yang dikerjakan berupa Ruang Ganti serta Mandi Cuci Kakus (MCK) dan jalan setapak sepanjang 300 meter, dibuat asal-asalan. Proyek ruang ganti dan MCK dikerjakan kontraktor CV Andalas Group dengan nilai proyek Rp 100 juta hasilnya tidak maksimal, meski baru dikerjakan banyak yang sudah rusak karena asa-asalan tanpa memandang kualitasnya.

“MCK dan ruang ganti belum memakai pintu serta penyusunan keramik tidak rata dan plafon sudah terdapat banyak yang rusak, pekerjaan proyek baru selesai bulan Agustus kemarin,” ungkap  Fitri Warga setempat kepada KabarMalut, Minggu (25/11/2018).

Selain proyek MCK dan ruang ganti yang asal jadi, proyek jalan setapak sepanjang 300 meter yang dikerjakan oleh CV Loiva dengan anggaran Rp 200 juta pada lokasi yang sama juga sudah mulai rusak, bahkan banyak yang fisik sudah mulai retak, padahal pekerjaan baru dilakukan dua bulan terakhir.

“Kami masyarakat meminta Bupati Edi Langkara mengevaluasi kontraktor yang melakukan pekerjaan yang asal jadi atau abal-abal ini. Bagaimana wisatawan mau datang ke tempat wisata, kalau saran dan prasarana tidak memuaskan,” tegasnya.

Pekerjaan setapak sudah mulai rusak

Kepala Dinas Kebudaan dan Parawisata Halteng, Muhammad H Adam dikonfirmasi membenarkan proyek tersebut dikerjakan CV Andalan Group dan CV Loiva. Pihaknya bakal mengkroscek terlebih dahulu karena hingga kini belum diserahkan ke Dinas, jika pekerjaannya tidak sesuai perencanaan, dipastikan ditolak untuk diperbaiki kembali.

“Kami belum malakukan monev atau pemeriksaan, bilamana hasil pemeriksaan terdapat tidak sesuai dengan program. Maka kami akan memanggil kontraktor fisik untuk melakukan pembaharuan dan perbaikan program proyek yang dilaksanakan dan juga kami akan lakukan evaluasi kepada kontraktor itu sendiri,” jelasnya.

Menurutnya, lokasi pariwisata indah dan bakal banyak dikunjungi wisatawan jika saran penunjang seperti jalan, ruang ganti serta MCK dan sarana penunjang lain layak. Sebaliknya kalau sarana prasarana tidak bagus sudah pasti tidak ada pengunjung.

“Untuk menarik wisatawan datang berkunjung ke suatu tempat wisata salah satunya sarana dan prasarana yang bagus dan bersih, karena pariwisata membutuhkan keindahan dan kenyamanan serta keamanan tempat itu,” pungkasnya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut