Sopir Angkutan Umum Minta Dishub dan Lantas Tidak Tebang Pilih Penertiban

  • Bagikan
Mobil angkutan umum yang memarkir kendaraan di badan jalan raya

WEDA – Perlawanan para sopir angkutan umum di Halmahera Tengah (Halteng) yang tidak mau memarkirkan kendaraan mereka dalam terminal Weda, dikarenakan masih terjadinya pilih kasih dalam penertiban yang dilakukan Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Halteng. Akibatnya, para sopir lebih memilih memarkirkan kendaraan di badan jalan sapanjang Pasar Weda untuk mengangkut penumpang.

Salah satu sopir rute Weda – Lelilef yang tidak mau dipublikasikan mengatakan, seharusnya pihak terkait yakni Dishub dan Lantas berani menindak angkutan umum yang tidak mau masuk dalam terminal. Petugas tidak harus tebang pilih menertibkan angkutan umum di Halteng terutama di Weda.

“Janggan cuman angkutan umum jurusan Lelilef ditertibkan, bila perlu angkutan jurusan Sofifi juga ditertibkan, semua angkutan umum ditertibkan dan diparkir di dalam terminal. Jangan pilih kasih kalau mau tertibkan ya tertibkan semuanya,” ungkap salah sopir angkuta  umum kepada KabarMalut, Senin (26/11/2018).

Dirinya mengaku bakal mengikuti semua keputusan Pemerintah jika melaksanakan penertiban. Terpenting aturan yang diterapkan berlaku untuk semua angkutan umum tanpa pilih kasih.

“Bukan kami tidak mau masuk terminal, kalau masuk, masuk semua di dalam terminal tanpa terkecuali,” tegasnya.

Terpisah Kepala Bidang (Kabid) Perhubunggan Darat Dishub Halteng, Dahlan Karim mengatakan pihaknya bakal menggelar rapat dengan sopir angkutan umum dengan melibatkan Sat-Lantas Polres. Tujuannya semua angkutan umum wajib masuk terminal yang fasilitasnya telah disediakan Pemda Halteng beberapa waktu silam ini.

Kami akan memanggil para sopir anggkutan umum serta Lantas Halteng untuk melakukan rapat terkait fungsi terminal yang sudah diresmikan pada beberapa tahun lalu. Bilamana hasil rapat tidak diindahkan oleh sopir angkutan umum maka kami Dishub akan mengambil tindakan tegas berupa tilang dan pengambilan pentil ban, bilamana masih memarkir kendaraan bukan pada tempatnya,” kata Dahlan.

Dahlan menambahkan, tindakan sopir angkut umum memarkir kendaraan di badan jalan di Pasar Weda sudah berulang kali ditertibkan. Jika penertiban dilakukan pagi hari, maka siang harinya pelanggaran serupan kembali dilakukan.

“Apa yang dilakukan oleh para sopir angkutan umum bukan baru sekali, tapi sudah berulang kali, pada waktu penertiban pagi hari mereka (sopir) dengar dan pada waktu siang hari mereka memarkir kendaraan di tepi jalan. Permasalahan ini sudah diintruksikan oleh bupati agar terminal difungsikan kembali,” pungkasnya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut