Jaksa ‘Bekukan’ Berkas Dua Tersangka Pembunuhan Titi Gorda

  • Bagikan
Direktur Reskrimum Polda Malut, Kombes Pol Dian Hariyanto

TERNATE – Masih ingat kasus pembunuhan Bos Toko Citra Indah Furniture (CIF) Titi Gorda, di Kelurahan Gamalama pada 2015 silam, satu pelaku yakni La Gode La Dansa alias Adit kini telah menjalani hukuman penjara mempertanggung jawabkan perbuatanya. Penyidik Polres Ternate, atas petunjuk Jaksa Kejari Ternate juga telah menetapkan istri dan anak korban, Susana The dan Hendrik Gorda sebagai tersangka. Namun kedua tersangka tidak ditahan dan bebas berlalu lalang lantaran alat bukti tidak mencukupi.

Berdasarkan fakta persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Ternate atas terdakwa Adit, majelis hakim meminta agar Jaksa Penuntut Umum (JPU) harus menghadirkan Sprei yang terkena bercak darah korban, saat aksi pembunuhan berlangsung. Namun barang bukti Sprei pun tidak bisa dihadirkan oleh Jaksa sebagaimana permintaan majelis hakim PN Ternate.

Jaksa Kejari Ternate diduga telah membekukan berkas untuk dua tersangka yang belum mempertanggung jawabkan perbuatan mereka di hadapan hukum. Akibatnya, penyidik belum bisa melanjutkan kasus ini untuk melengkapi kekurangan bukti atau tidak.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Maluku Utara, Kombes Pol Dian Hariyanto mengaku sampai sekarang tahap satu dari penyidik Polres ke JPU Kejari Ternate belum ditanggapi jaksa. Penyidik tidak mengetahui kendala yang dihadapi Jaksa dalam beneliti berkas kasus kedua tersangka.

“Masalahnya begini, Jaksa punya kesempatan menyelediki berkas perkara sesuai UU paling lama 14 hari. Ketika berkas itu ada kekurangan atau lengkap tinggal Jaksa memberitahukan penyidik Polri dalam hal ini Polres Ternate, apakah sudah lengkap atau belum,” ungkap Dian kepada sejumlah wartawan, Senin (26/11/2018).

Penyidik tetap menanti hasil penelitian berkas tersanka oleh Jaksa, jika terdapat kekurangan maka siap dilengkapi sesuai petunjuk JPU.

“Sampai sekarang Jaksa tidak memberikan tanggapan apakah berkasnya sudah lengkap atau belum. Kan sampai sekarang Jaksa belum memberikan petunjuk kekuranganya apa,” jelas.

Disentil petunjuk JPU untuk yang harus dilengkapi berupa Sprei terkena bercak darah korban sebagaimana permintaan manjelis hakim. Dian menegaskan, sampai sekarang  tidak ada petunjuk dari Jaksa untuk menghadirkan Sprei yang terkena bercak darah korban pada saat aksi pembunuhan di TKP.

“Tidak ada petunjuk Jaksa soal Sprei,” tegas Dian mengakhiri. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut